BETANEWS.ID, DEMAK – Bupati Demak, Eisti’anah mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan vaksinasi polio. Hal itu sebagai upaya mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Demak.
Ia mengatakan, bahwa berdasarkan instruktur Kementerian Kesehatan setiap daerah di Indonesia untuk melakukan vaksinasi polio. Langkah tersebut sebagai bentuk respon di wilayah yang sudah terjangkit polio.
Baca Juga: Dua Parpol Miliki Dana Kampanye Rp0, Begini Kata Bawaslu Demak
“Karena ditemukan KLB di Klaten, di antara lain yaitu di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sleman ini diharuskan untuk melakukan vaksin polio,” katanya usai menghadiri Talkshow di RSKW Demak, Selasa (16/1/2024).
Untuk mencegah penyebaran virus polio di Kabupaten Demak, pihaknya mencanangkan program Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio. Penerapan tersebut dimulai di Desa Mlekang, Kecamatan Gajah, Senin (15/1/2024).
“Dengan upaya preventif kita, yaitu melakukan pemberian vaksin polio. Di putaran pertama usia 0 – 7 tahun 11 bulan 23 hari, nanti yang putaran kedua akan dilaksanakan di bulan Februari untuk usia 0-7 tahun 11 bulan 29 hari,” tegangnya.
Ia memastikan, di Kabupaten Demak tidak ditemukan kasus polio. Meskipun begitu, akan ada pengecekan rutin yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan.
“Alhamdulillah di Kabupaten Demak sebenarnya tidak ditemukan begitu nggeh. Tapi nanti setelah kita vaksin dan tentunya akan mengecek kembali di usia 14 tahun yang mengalami kelumpuhan nanti ada pemeriksaan,” ujarnya.
Baca Juga: Partai Hanura Miliki Saldo Terbanyak Dana Kampanye di Demak
Harapannya dengan program tersebut, masyarakat bebas dari virus polio. Sehingga KLB bisa dihindadi dan tidak terjadi di Kabupaten Demak.
“Itu (Sub PIN Polio) menentukan apakah itu (anak) polio atau tidak, nah ini yang akan menentukan dan Alhamdulillah kasus polio di Kabupaten Demak tidak seperti di Klaten, ” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

