BETANEWS.ID, JEPARA – Sektor pertanian di Jepara menjadi urutan ke-tiga dalam memberi kontribusi terhadap penyediaan lapangan usaha. Nilai produksi yang dihasilkan dari sektor pertanian mencapai Rp2,7 triliun.
Sujima, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara mengatakan kontribusi usaha pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atau nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di tahun 2022 sebesar 2,7 triliun atau sekitar 12,77 persen.
Baca Juga: Jelang Nataru, Pemkab Jepara Petakan Sejumlah Resiko
Sedangkan sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar Rp 7,6 triliun atau sekitar 34,33 persen.
“Karena Jepara ini kan sentranya sentra industri pengolahan seperti mebel, sehingga itulah mengapa pertanian berada di urutan ke-tiga,” katanya pada Selasa (12/12/2023).
Sedangkan di urutan ke-dua yaitu perdagangan besar yang memberikan kontribusi sebesar Rp 4,03 triliun atau sekitar 16,37 persen. Meskipun ia sendiri mengatakan bahwa tidak mengetahui secara pasti bagaimana mekanisme penghitungan PDRB tersebut oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Karena menurutnya ketika menghitung PDRB, sektor yang dimasukkan seharusnya tidak hanya pertanian, tetapi juga perikanan dan kehutanan.
“Kalau idealnya semua nilai yang dihasilkan dari kegiatan pertanian kan tercatat, yang seharusnya tidak hanya pertanian tetapi juga perikanan dan kehutanan. Nilai dari tiga sektor ini yang seharusnya diukur oleh BPS,” katanya.
Baca Juga: Waspada! 16 Kecamatan di Jepara Berisiko Terjadi Bencana
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa meskipun berada di urutan ke-tiga, namun potensi hasil pertanian di Kabupaten Jepara cukup beragam.
Dimana luas lahan sawah tanaman pangan sekitar 26 hektar. Luas lahan pertanian pangan sekitar 24 hektar. Dan luas lahan cadangan pertanian sekitar 33 hektar. Sedangkan berdasarkan data dari DKPP, di Kabupaten Jepara terdapat 72.190 orang petani dengan 1.119 kelompok tani.
Editor: Haikal Rosyada

