Jelang Nataru, Pemkab Jepara Petakan Sejumlah Resiko

BETANEWS.ID, JEPARA – Menjelang pelaksanaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mengadakan kegiatan rapat koordinasi untuk memetakan sejumlah resiko yang bisa saja terjadi di Masyarakat.

Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta mengatakan beberapa resiko yang bisa saja terjadi diantaranya yaitu potensi bencana. Di jalur darat seperti adanya pohon tumbang serta genangan air di area jalan. Sedangkan di jalur laut yaitu adanya gelombang tinggi ketika berlayar.

Baca Juga: Waspada! 16 Kecamatan di Jepara Berisiko Terjadi Bencana

-Advertisement-

Adanya antisipasi terhadap gelombang tinggi menurutnya juga perlu dilakukan di area tempat pariwisata. Selain antisipasi terhadap terjadinya bencana, ia juga meminta kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) untuk memantau ketersediaan kebutuhan Pokok Masyarakat (Pokmas) jelang Nataru.

“Dalam rangka persiapan Nataru serta libur anak sekolah ini ada beberapa hal yang akan dipersiapkan, diantaranya yaitu persiapan kebutuhan pokok masyarakat serta kemarin juga ada kegiatan tanggap darurat bencana,” katanya pada Rabu (13/12/2023) di Rimba Raya Resort, Kedungcino, Kecamatan/Kabupaten Jepara.

Lebih lanjut ia menambahkan menjelang Nataru, ketersediaan LPG 3 Kg di Kabupaten Jepara menurutnya masih aman. Dimana dari total stok LPG tahun 2023 sebanyak 11 juta tabung, sampai akhir tahun menurutnya masih tersisa sekitar dua juta tabung.

“LPG di akhir tahun 2023 ini stoknya ada 11 juta sudah terpakai 9 juta nan sehingga ada cadangan sampai Desember sekitar 2 juta. Tahun 2024 harapannya ada 14 juta LPG,” tambahnya.

Sedangkan dari sisi keamanan, Kapolres Jepara, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menjelaskan pada moment Nataru dari Polres Jepara akan menerjunkan 400 personel dalam kegiatan Operasi lilin yang akan disebar di beberapa pos keamanan.

Yaitu pos pengamanan di Kecamatan Welahan, Mayong, dan keling. Kemudian Pos pelayanan di Shopping Center Jepara (SCJ), pos pantau di beberapa obyek pariwisata yang banyak didatangi pengunjung. Serta pos pantau geraja untuk pengamanan ibadah gereja yang memiliki banyak jemaat.

Operasi lilin tersebut rencananya akan dilakukan mulai tanggal 23 Desember 2023 sampai 2 Januari 2024.

“Operasi lilin itu sebagai simbol kehadiran negara di tengah masyarakat dalam rangka untuk memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat agar Nataru bisa berjalan dengan kondusif,” katanya.

Baca Juga: 73 Persen Petani di Jepara Berusia di Atas 45 Tahun

Selain itu ia juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar merayakan moment Nataru dengan bersahaja dan sederhana. Apalagi menjelang pelaksanaan pemilu tahun 2024.

“Di tengah kondisi sekarang yang sedang persiapkan dalam rangka menghadapi pemilu kita himbau kepada masyarakat agar menghindari pesta-pesta seperti narkoba, miras,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER