BETANEWS.ID. KUDUS – Suara Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi hal yang seksi untuk diperebutkan saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Makanya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Edy Sujatmiko mengajak ASN untuk menjaga netralitas dengan tetap bekerja secara profesional.
“Ayo jaga netralitas ASN dengan bekerja profesional, Sukseskan Pemilu 2024 menjadi pemilu yang demokratis dan bermartabat,” ungkap Edy dalam dialog interaktif bertajuk “Membangun Netralitas ASN dalam pemilu 2024” di Radio Kartini FM Jepara, Senin (11/12/2023).
“Ada lebih dari 8.300 ASN di Jepara. Suara mereka menjadi perhatian bagi para calon, karena jumlahnya yang cukup signifikan, termasuk keluarganya. Mereka juga biasanya menjadi tokoh di masyarakat, sehingga banyak kontestan politik, yang ingin menggalang dukungan,” kata Edy.
Baca juga: Pj Bupati Harapkan Partisipasi Pemilih pada Pemilu 2024 Meningkat
Namun demikian, Edy menegaskan, ASN, termasuk honorer, petinggi dan perangkat di tingkat desa, tidak boleh condong kepada kontestan, karena jajaran aparatur itu harus memberi pelayanan kepada semuanya dengan baik. Pelayanan ini harus diberikan secara adil dan profesional.
“Makanya, kalau ada kegiatan yang bisa dikaitkan dengan agenda politik, tolong, jangan undang unsur aparatur. Dalam Pemilu, posisi kami adalah menyukseskan Pemilunya, bukan menyukseskan salah satu kontestan,” tandasnya.
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jepara, Rony Indra menambahkan, keberpihakan ASN dalam Pemilu 2024 tergolong tindak pidana. Mereka dapat dijerat Undang Undang (UU) Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN dan UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.
“Bagi ASN yang ikut berkampanye akan diancam hukuman berupa kuruangan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp12 juta rupiah,” kata Roni.
Baca juga: Yuk Simak Aturan Kampanye Biar Kamu Bisa Ikut Bantu Mengawasi
Untuk itu, Kejaksaan sebagai lembaga penuntut umum siap bersikap tegas jika ada pelanggaran oleh ASN hingga perangkat di tingkat desa. Dia minta netralitas yang selama ada, tetap dijaga. Namun demikian, hingga saat ini, Roni menyebut netralitas ASN di Kabupaten Jepara masih tetap terjaga.
“Saya intens bertemu dengan banyak teman ASN. Sampai saat ini netralitasnya masih terjaga,” kata dia.

