BETANEWS.ID, KUDUS – Pasien rawat jalan di Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus tahun ini mencapai 25 ribu orang per bulan. Jumlah tersebut meningkat cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya 21 ribu per bulan.
Wakil Direktur Pelayanan RSI Sunan Kudus, Wawan Eko Darmawan, mengatakan, peningkatan pasien rawat jalan itu bisa dikarenakan dua kemungkinan. Pertama, masyarakat yang sakit semakin banyak atau mungkin mulai terbangun kesadaran masyarakat untuk berobat ke rumah sakit.
“Sebab bisa juga warga yang dulu ketika sakit tidak mau berobat ke rumah sakit, sekarang mau. Apalagi setelah ada Badan Penyelenggara Jaminan Sosia (BPJS) Kesehatan,” ujar Wawan, Senin (4/11/2023).
Baca juga: RSI Sunan Kudus Siapkan Bangsal untuk Caleg Stres, Fasilitasnya VIP
Wawan mengungkapkan, pasien rawat jalan itu dengan berbagai penyakit dan yang paling banyak adalah penyakit dalam dan saraf.
“Pasien stroke dan darah tinggi juga banyak. Empat penyakit tersebut mendominasi karena pola hidup dan makan yang tak sehat oleh warga,” bebernya.
Pasien RSI Sunan Kudus, kata dia, tak hanya berasal dari Kota Kretek saja, melainkan juga ada yang berasal dari Jepara dan Demak.
“Warga Jepara yang perbatasan dengan Kudus serta warga Demak wilayah Kecamatan Wedung itu kalau sakit berobatnya ke RSI Sunan Kudus. Sebab, apabila ke Jepara dan Demak kejauhan,” ungkapnya.
Baca juga: RSI Sunan Kudus Bakal Bangun Gedung Baru Tujuh Lantai dengan Nilai Rp 75 M
Dari jumlah pasien rawat jalan di RSI Sunan Kudus, bebernya, hampir mayoritas sudah tercover BPJS Kesehatan dengen persentase sekitar 87 persen. Sementara sisanya pasien umum dengan biaya mandiri.
“Sementara untuk klaim BPJS Kesehatan di RSI Sunan Kudus kurang lebih Rp13 miliar per bulan. Sama dengan jumlah pasien yang meningkat, klaim BPJS Kesehatan di RSI Sunan Kudus juga mengalami kenaikan,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

