BETANEWS.ID, KUDUS – Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kudus menggelar pelatihan kewirausahaan dan Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Rapat Baru Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Kamis (12/10/2023). Pelatihan ini diikuti 40 pelaku ekraf dari beberapa sub sektor.
Ketua KEK Kudus, Valerie Yudistira Pramudyan mengatakan, pelatihan ini merupakan upaya KEK Kudus untuk mengejar predikat Kabupaten/Kota (Kata) Kreatif pada akhir tahun ini.
“Akhir tahun ini kita berfokus agar Kudus mendapatkan predikat Kata Kreatif, di mana kita nanti akan melakukan uji petik, pengisian borang, dan akhir tahun nanti kita bisa mendaftarkan ke Kemenparekraf,” tuturnya.
Baca juga: Ekraf Kudus Soft Launching E-Catalog dan Creative Hub
“Kita ingin memberikan pelatihan dan edukasi tentang ekraf, supaya bisa menjadi (sumber) ekonomi yang menjanjikan di masa depan untuk Kudus,” sambung Valerie.
Valerie menuturkan, kurang lebih ada sebanyak 40 orang dari berbagai sub sektor ekonomi kreatif di Kudus yang mengikuti pelatihan ini. Kegiatan itu akan dilakukan dengan mempertemukan pelaku ekraf tiga kali selama Oktober.
“Hari ini ada beberapa sub sektor ekonomi kreatif yang mengikuti. Di antaranya meliputi, kuliner, fesyen, musik, kriya, dan media,” jelasnya.
Kepala Disbudpar Kudus, Mutrikah menegaskan, sebenarnya Kudus memiliki potensi yang kuat untuk mendapatkan predikat Kata Kreatif. Hanya saja, pengumpulan tahapan-tahapan untuk menuju Kata Kreatif itulah yang agak kesulitan.
“Kita harapkan pendampingan pengisian borang ini bisa lancar. Potensi yang kita miliki sudah real dan jelas, tinggal caranya bagaimana mengisi borang yang sudah ada. Tentunya ini tidak sulit ya, ini yang memang akan kita laksanakan,” ucapnya.
Baca juga: Sambangi SMK Al-Islam, Ketua Ekraf Kudus Ajak Generasi Muda Berani Berwirausaha
Koordinator Daerah (Korda) KEK Jawa Tengah (Jateng), Eko Ariwibowo, menambahkan, di Jateng kurang lebih ada belasan kabupaten maupun kota yang sudah mendapatkan predikat Kata Kreatif.
“FGD Ini dalam rangka untuk membantu Kabupaten Kudus, mensosialisasi menuju Kabupaten Kreatif,” bebernya.
Editor: Ahmad Muhlisin

