Ternyata Tanaman Kopi Sudah Ada di Gunung Muria Sejak Abad 12

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Pengelola Desa Wisata Japan, Mutohhar, menyebut, keberadaan tanaman kopi di Gunung Muria tak lepas dari Syech Hasan Sadzali yang menyebarkan agama Islam pada abad ke-12. Dalam catatan sejarah, di tangannya lah tanaman kopi mulai ditanam di Desa Japan, Kecamatan Dawe.

“Ternyata beliau seorang sufi yang konon tak lepas dari kopi. Sehingga kami menghubungkan, ternyata kopi (Desa Japan) sudah ada sejak abad 12,” katanya saat ditemui di Pameran Palana Japan dan Workshop Desa Wisata “Negeri Kopi” di Loe Me n’ To Resto and Coffe, Jumat (6/10/2023) sore.

Ia mengatakan, sejak itu, keberadaan kopi di Muria pada akhirnya memang menjadi salah satu komoditas utama masyarakat setempat. Makanya, wisata kopi menjadi salah satu potensi unggulan Desa Wisata Japan.

-Advertisement-

Baca juga: Desa Japan Kudus Segera ‘Ikrarkan’ Sebagai Negeri Kopi

“Tentunya ini menjadi komoditas utama bagi kami. Bahkan di tahun ini alhamdulillah panen di tempat kami berhasil, sehingga beberapa permintaan pun istilahnya kami sampai kekurangan,” ungkapnya.

Mutohhar menyebut, dari luas lahan keseluruhan Desa Japan kurang lebih sekitar ada 317 hektare, hampir sepertiganya atau 75 hektare lahan didominasi oleh perkebunan kopi. Dengan luas lahan 75 hektare itu, bisa menghasilkan lebih dari 200 ton kopi per musim.

Saat ini, katanya, permintaan kopi dari Desa Japan ke beberapa daerah di Indonesia masih dikelola masing-masing masyarakat. Meski begitu, pihaknya berencana untuk mengembangkan dan membuat BUMDes agar nantinya bisa menjadi satu kesatuan pengelolaan kopi.

“Ini yang menjadi tantangan kami dan ke depan berencana ada membangun BUMDes dan akan bekerjasama dengan BUMDes,” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER