31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Ramai Terus, Warung Mie Ayam dan Bakso Brother Wonogiri Ini Laku Ratusan Porsi Sehari

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pembeli tampak duduk menikmati hidangan masing-masing di Warung Mie Ayam dan Bakso Brother Wonogiri di Jalan Budi Utomo, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Di antara kastemer itu, terdapat beberapa karyawan yang sibuk hilir mudik mengantarkan pesanan ke meja-meja yang hampir semuanya berpenghuni.

Menurut owner Mie Ayam dan Bakso Brother Wonogiri, Miftahuddin, sejak buka cabang di Kudus dua bulan lalu, tempat usahanya itu memang berangsur-angsur ramai pembeli. Kini dalam sehari warungnya bisa menghabiskan 150-200 porsi.

Salah satu menu di Warung Mie Ayam dan Bakso Brother Wonogiri. Foto: Anita Purnama

“Harga per porsi variatif namun masih terjangkau, yakni mi ayam Rp10 ribu, bakso super Rp20 ribu, bakso telor Rp20 ribu, dan bakso urat Rp21 ribu,” jelas laki-laki kelahiran Wonogiri itu, Rabu 27/09/2023.

-Advertisement-

Baca juga: Kelezatan Bakso Tangkar Pak Kabul Bikin Kuswanto Ketagihan hingga 20 Tahun Berlangganan

Dengan laris manisnya usahanya itu, Miftahuddin mampu mengeruk omzet bulan pertama sebesar Rp37 juta dan di bulan kedua mencapai Rp50 juta. Tak hanya itu, ia kini sudah punya enam karyawan untuk melayani pembeli di jam buka setiap hari mulai pukul 08.00-21.30 WIB.

Namun, meski usahanya ramai, Miftahudin bukannya tanpa hambatan saat merintis usaha. Ia bercerita, mulai merintis usaha mi ayam dan bakso bersama orang tuanya sudah dari 2010 di Bangka Belitung.

Dalam ceritanya, dahulu orang tuanya sempat mengalami kebangkrutan dari bisnis kredit perabotan rumah tangga, sehingga ia dan keluarga memutuskan untuk hijrah ke kota lain untuk mengembangkan keahlian meracik bakso.

Baca juga: Murah Banget! Bakso dan Mi Ayam Bandara di Cendono Ini Cuma Rp 6 Ribu Sudah Dapat Es Teh

“Dulunya itu buka di Banyumas namun hanya berjalan 1,5 tahun saja karena pendapatan di sana kecil. Kemudian pindah ke Bangka Belitung sekitar 2010 hingga sekarang masih berjalan,” jelas pria berumur 27 tahun itu.

“Warung yang di Kudus merupakan cabang ketiga. Memilih kota Kudus karena dilihat dari pendapatan daerah dan masyarakatnya yang lumayan, jadi memilih buka cabang di sini,” lanjut dia.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER