31 C
Kudus
Senin, Juli 22, 2024

Kelezatan Bakso Tangkar Pak Kabul Bikin Kuswanto Ketagihan hingga 20 Tahun Berlangganan

BETANEWS.ID, KUDUS – Aroma sedap tercium dari warung Bakso Tangkar dan Mie Ayam Pak Kabul yang berlokasi di Desa Sambung, Gang 10, Undaan, Kudus. Tampak beberapa pembeli sedang menunggu pesanannya datang.

Satu di antara sejumlah pembeli itu adalah Kuswanto. Sambil menunggu pesanannya datang, ia sudi berbagi kesan tentang bakso tangkar tersebut. Menurutnya, bakso Pak Kabul lebih enak dan berurat. Hal itu yang membuat Kuswanto ketagihan. Bahkan, dia sudah berlangganan selama 20 tahun di sana.

Beberapa pembeli sedang mencicipi bakso tangkar di Warung Pak Kabul yang punya banyak pelanggan. Foto: Anita Purnama Sari

“Saya sudah langganan kurang lebih 20 tahun. Yang membedakan dari tempat lain itu rasanya beda, untuk baksonya lebih berurat, tidak banyak tepungnya,” ungkap Kuswanto, beberapa waktu lalu.

-Advertisement-

Baca juga: Sajian Bakso Paling Maknyus, Bakso Malang Trisula Ini Patut Kamu Coba

Selain Kuswanto, ada juga Ahmad yang sudah lama menjadi pelanggan Pak Kabul. Katanya, rasa bakso buatan Pak Kabul berbeda dari tempat lain.

“Saya sudah lama langganan di sini. Bedanya sama bakso yang lain apa ya, rasanya lebih nendang,” ujar Ahmad.

Tak jauh dari tempat Ahmad duduk, tampak laki-laki sedang meracik bakso yang hendak disuguhkan kepada pembeli. Dia adalah Kasmiran (46), atau yang akrab disapa Kabul. Ia menjelaskan, bahwa usahanya itu dimulai sejak 1997.

Sebelum merintis usaha, Kabul merupakan seorang kuli bangunan. Karena ada teman penjual bakso yang hendak pindah, Kabul kemudian diminta untuk meneruskan usaha tersebut.

“Karena ingin mengubah nasib, saya coba merintis usaha jualan bakso itu pada 1997. Awalnya diminta teman untuk meneruskan usaha warung bakso karena dia pindah ke Kalimantan. Dulu tidak seperti ini, saya ubah konsepnya,” jelasnya.

Baca juga: Abang Bakso, Sajian Murah Meriah, Pembeli Ambil Sendiri Sepuasnya

Dalam proses membangun usahanya, Ia sering berpindah tempat. Sebelum akhirnya di 2007 Kabul memutuskan untuk membeli tanah dan membangun ruko. Kemudian pada 2010, setelah bangunannya jadi, dia mulai berjualan di kios miliknya sendiri.

Meski begitu, Kabul mengaku, bahwa dalam proses merintis usaha tidak mudah, dia sempat jatuh bangun hingga mengalami masa sulit selama merintis usaha.

“Karena merintis dari nol jadi susahnya itu sepi pembeli. Meski tidak ada masalah pada modal, tapi proses mendapat pelanggan itu cukup lama,” ungkap Kabul.

Di tempatnya itu, Kabul menyediakan bakso tangkar, mi ayam, dan mi ayam bakso. Harganya mulai Rp10 ribu hingga Rp22 ribu. Menurutnya Kabul, bakso tangkar dan bakso biasa masih menjadi menu andalan, karena dalam sehari bisa terjual antara 250 hingga 300 porsi.

Alhamdulillah kalau sekarang sudah punya banyak pelanggan. Ada istri dan dua karyawan yang membantu. Saya biasanya buka mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Kalau tutupnya itu hari Kamis,” tambahnya.

Penulis: Anita Purnama Sari, Mahasiswa Magang UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

Redaksi
Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER