31 C
Kudus
Minggu, Februari 22, 2026

Kisah Koesoemo Oetoyo, Bupati Jepara 1905-1925

BETANEWS.ID, JEPARA – Koesoemo Oetoyo atau Raden Mas Toemenggoeng (R.M.T.) Oetoyo merupakan seorang bangsawan dan birokrat yang menjabat sebagai Bupati Jepara di tahun 1905 – 1925.

Lia Pupardianik, Sub Koordinator Sejarah dan Kepurbakalaan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara menjelaskan bahwa sosok dan kiprah Koesoemo Oetoyo belum banyak diketahui oleh publik khususnya dikalangan masyarakat Jepara sendiri.

Baca Juga: Tambak Udang Ancam Pariwisata Karimunjawa yang Jadi Penghasilan Utama Warga

-Advertisement-

Sebab saat Kusuma Utoyo tidak lagi menjabat sebagai Bupati Jepara, keluarganya pindah ke Yogyakarta dan pada tahun 1930 ia memboyong keluarganya untuk pindah ke Batavia (Jakarta).

“Sehingga kemarin hari Selasa kita adakan Seminar bertajuk Kiprah Kusumo Utoyo di Masa Proklamasi Kemerdekaan RI, untuk mengenalkan sosok beliau dan semoga dapat menjadi teladan khususnya bagi masyarakat Jepara,” katanya pada Kamis (28/9/2023).

Lia kemudian melanjutkan dalam buku “Perjalanan Panjang Anak Bumi” yang ditulis oleh Ramadhan KH disebutkan bahwa dalam tulisan-tulisan Utoyo yang di tulis di media cetak Hindia Belanda serta dalam pidato-pidatonya di rapat Boedi Oetomo ia sering menggunakan istilah anak bumi.

Istilah tersebut merujuk pada masyarakat Indonesia yang pada masa dulu disebut dengan kaum pribumi. “Jadi itu dimaksudkan untuk mengembalikan kepercayaan diri kaum pribumi yang pada masa itu masih di anggap rendah,” katanya.

Sebab di masa terjadi diskriminasi terhadap kaum pribumi. Dimana anak-anak pribumi ketika sekolah tidak boleh memakai sepatu tetapi harus memakai sandal.

Sedangkan bagi Utoyo di masa itu, semua ilmu yang dikuasai oleh orang barat juga harus dikuasi oleh kaum pribumi. Salah satu caranya yaitu dengan pendidikan. Sebab melalui pendidikan dan penguatan identitas diri, Utoyo mampu tampil bermartabat dan memiliki kedudukan yang sejajar pada saat melakukan negosiasi dengan pihak kolonial Belanda.

Utoyo juga sering menyisihkan uangnya agar bisa memberikan beasiswa kepada anak-anak pribumi. Dengan begitu harapannya anak-anak pribumi bisa terbebas dari kebodohan, kemiskinan, maupun konservatisme.

Semasa menjadi Bupati Jepara, Kusumo Utoyo berprinsip bahwa komunikasi atau diplomasi yang baik adalah cara untuk menjamin kesejahteraan rakyat. “Bupati Koesoemo Oetoyo ini juga selalu menjalin hubungan yang baik dengan semua elemen masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga: Tambak Udang Buat Masyarakat Karimunjawa Tak Lagi Percaya Aparat dan Pemerintah

Salah satu isu penting yang muncul pada saat Kusumo Utoyo menjabat sebagai Bupati Jepara yaitu munculnya rencana dari Gubernemen untuk membentuk barisan milisi di kalangan kaum pribumi.

“Pada saat itu ia yakin bahwa keikutsertaan pemuda-pemudi pribumi dalam dunia militer akan berguna kelak di kemudian hari,” katanya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER