BETANEWS.ID, JEPARA– Ruas jalan yang berada di Dukuh Sobokerto RT 7 RW 2, Desa Guwosobokerto, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara amblas sedalam kurang lebih 50 sentimeter.
Ruas jalan itu awalnya hanya retak pada Senin, (9/2/2026). Beberapa hari kemudian, pada Minggu, (15/2/2026), ruas jalan itu tiba-tiba amblas secara perlahan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara, Hery Yulianto mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan kajian untuk mencari penyebab pasti amblasnya ruas jalan tersebut.
Penanganan akan dilakukan jika penyebab amblasnya jalan sudah diketahui. Untuk saat ini, pihaknya juga masih memastikan berapa kedalaman jalan yang amblas.
Baca juga: Tanahnya Labil, Jalan Alternatif di Guwosobokerto Jepara Amblas Sedalam 50 CmÂ
“Saat ini kami baru meneliti kedalaman retakannya. Karena kalau menangani itu, nanti harus kami pastikan bahwa retakannya sudah mentok sampai titik tanah kerasnya. Teman-teman ini juga masih mencari penyebabnya,” katanya saat ditemui di Anjungan Jepara, Puri Maerokoco Kota Semarang, Jumat (20/2/2026).
Meskipun penyebab amblasnya jalan masih dilakukan kajian, Hery berharap, jalan tersebut amblas murni disebabkan karena tanah di dekat aliran sungai yang tergerus adanya normalisasi Sungai SWD II.
“Kami berharap sih itu murni tanah amblas karena aliran sungai yang dilakukan normalisasi, bukan karena tanah gerak. Karena kalau tanah gerak tambah repot lagi kita, karena patahannya akan merembet kemana-mana,” ujarnya.
Untuk penanganan ruas jalan yang amblas, nantinya akan diambilkan dari Dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Namun, berapa jumlah aloksinya saat ini masih dalam tahap penghitungan.
Baca juga: Jalan di Karanganyar Jepara Amblas Gara-Gara Truk Proyek Normalisasi Sungai SWD II
“Kebutuhan anggaran masih kami hitung, pakainya nanti dana BTT,” katanya.
Kemudian untuk penanganan jalan, apakah akan dibeton seperti permintaan pemerintah desa atau penanganan lainnya saat ini juga masih dalam tahap pengkajian.
“Iya, permintaan dari kepala desa memang beton, tapi ini baru kami dikaji juga sama tim yang paling pas di sana nanti apa,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

