31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Es Doger yang Dijual di Jepara Ini Harganya Mulai Rp2 Ribu, Pantas Saja Selalu Dinanti-nanti

BETANEWS.ID, JEPARA – Sebuah gerobak motor bertuliskan “Es Doger” tampak dikelilingi oleh beberapa pembeli. Mereka menunggu seorang pria yang tampak cekatan meracik campuran tapai, santan, dan sirop menjadi sebuah es yang menyegarkan.

Pria bernama Edo Kuswoyo (60) itu sehari-hari berjualan es doger keliling di Kecamatan Mayong. Es dogernya yang murah selalu dinanti-nantinkan pelanggannya di sepanjang jalur jualan.

Edo sedang menunggu pembeli es doger yang dijualnya secara keliling di Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

Pria asal bandung itu menjelaskan, es doger merupakan singkatan dari es dorong gerobak. Namun seiring berkembangnya zaman, para penjual es tersebut sudah beralih menggunakan kendaraan bermotor, tetapi tetap mempertahankan nama khas dari es tersebut.

-Advertisement-

Baca juga: Es Pisang Ijo Depan Museum Kretek Ini Tak Pernah Sepi Pembeli, Segini Harganya

Dalam penyajiannya, es tersebut diberi campuran topping berupa ketan hitam, bubur mutiara, roti tawar, dan susu. Namun karena menyesuaikan pelanggan, es doger buatannya kini tak lagi diberi campuran ketan hitam.

“Aslinya mah ada ketan hitam sama susunya, tapi karena dijualnya murah-murah pake bubur mutiara sama susu aja. Pernah pakai juga tapi yang beli nggak suka,” katanya di Halaman Kantor Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Sabtu (9/9/2023).

Satu porsi es buatannya dijual dengan harga yang cukup murah, mulai dari Rp 2-5 ribu. Ia biasanya berjualan keliling ke derah Pring Tulis, Gemiring Lor, Gemiring Kidul, Jatisari, Kecamatan Nalumsari dan di beberapa daerah di Kecamatan Mayong.

Baca juga: Dawet Durian Gang 2 Kudus Ini Segarnya Bikin Nagih, Segelas Mana Cukup

Selain berjualan es doger, ia juga menjual Siomay. Siomay yang didatangkan dari Bandung itu memiliki ciri khas yang berbeda dari siomay yang banyak dijual di pasaran.

“Bedanya dari bumbunya, bumbunya ini khas. Karena yang penting ini bumbunya. Meskipun isinya tidak dicampur lengkap pakai telur, pakai kentang, tapi kalau bumbunya kurang tetep rasanya kurang enak,” katanya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER