BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bekerja sama dengan Kodim 0719/Jepara untuk membentuk program TNI Manunggal Bangga Kencana – Kesehatan Kabupaten Jepara Tahun 2023. Program tersebut diresmikan di Aula Markas Kodim 0719/Jepara, Senin, (18/9/2023).
Dalam sambutannya, Penjabat (Pj) Bupati Jepara, Edy Supriyanta, mendorong para camat dan danramil untuk bergotongroyong dalam segala aspek, khususnya stunting yang menjadi perhatian nasional.
“Ini merupakan suatu kegiatan yang bagus, kekompakan ini harus selalu kita kembangkan,” ucap Edy Dalam acara yang juga dihadiri Komandan Kodim 0719/Jepara, Letkol Inf. Mokhamad Husnur Rofiq; Kapolres Jepara, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan; Ketua DPRD Jepara, Haizul Ma’arif; Ketua Pengadilan Negeri Jepara, Rightmen M Situmorang; serta Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jepara, Rony Indra mewakili Kajari Jepara itu.
Baca juga: 120.861 Warga Jepara Dapat Bantuan Beras Tahap 2, Setiap Orang Dapat 10 Kilogram
Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan instruksi langsung dari pusat, provinsi, dan diteruskan ke daerah. Tak hanya itu, peran Puskesmas hingga bidan desa juga penting dalam menurunkan stunting.
“Kecamatan Kembang paling bagus, tinggal 1 persen. Dikit lagi gol,” ujar Edy Supriyanta.
Edy menyebut, sampais aat ini masih ada beberapa kecamatan yang angka kasusya terbilang cukup tinggi di angka 7-8 persen, yaitu Kecamatan Welahan, Donorojo, Mayong, Kalinyamatan, dan Karimunjawa. Makanya, Edy meminta kecamatan tersebut meniru Kecamatan Kembang dalam hal penanganan stunting.
Edy mengingatkan, camat juga termasuk pimpinan daerah sehingga koordinasi dengan danramil, kapolsek, puskesmas dapat dilakukan segera tanpa harus melalui birokrasi yang panjang.
“Camat boleh berkoordinasi langsung dengan Baznas dan PMI, terpenting komunikasi langsung dengan warga yang membutuhkan. Cek ambulans desa apakah dimanfaatkan dengan baik,” tegas Edy.
Baca juga: Pj Bupati Jepara Puji Kinerja Dishub yang Bantu Tingkatkan Kunjungan ke Karimunjawa
Selain stunting, Pj Bupati mengingatkan perihal anak tidak sekolah dan sekolah yang rusak. Sebagai pemimpin wilayah, Edy memberikan wewenang camat untuk melakukan monitoring langsung wilayahnya. Seperti monitoring pasar, puskesmas, dan fasilitas lainnya yang nantinya menjadi laporan ke Pemkab Jepara.
Pj. Bupati juga meminta para camat membuka layanan aduan 24 jam dan responsif terhadap kritik serta saran masyarakat.
“Saya minta potensi desa juga dikembangkan sebagai desa wisata. Selain itu lakukan musyawarah di desa-desa hingga ajak kolaborasi antar desa dalam memecahkan suatu masalah,” tuturnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

