31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Lulusan SMK Penyumbang Angka Pengangguran Tertinggi di Jepara

BETANEWS.ID, JEPARA – Berdasarkan data terpadu Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DiskopUKMNakertrans) Kabupaten Jepara, jumlah pengangguran terbuka di Kota Ukir tahun 2022 sebanyak 28.683 orang.

Eko Sulistiyono, Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, DiskopUKMNakertrans, Kabupaten Jepara mengatakan bahwa lulusan SMK baik Negeri maupun Swasta menjadi jumlah penyumbang angka pengangguran tertinggi di Jepara.

Baca Juga: Riwayat Hidup Bacaleg Jepara Tak Bisa Diakses, KPU: ‘Ini Bukan Menutup-nutupi’

-Advertisement-

Jumlah SMK di Jepara saat ini 42 sekolah, baik swasta maupun negeri yang setiap tahun meluluskan angkatannya.

“Penyumbang terbanyak jumlah pengangguran di Jepara itu dari lulusan SMK, sekarang bayangkan satu sekolah misalnya setiap tahun meluluskan 300 siswa di kali jumlah SMK di Jepara, apakah itu akan terserap semua (dalam dunia kerja), bisa dibayangkan itu,” katanya saat ditemui Betanews.id, Senin (21/8/2023).

Menyadari hal tersebut, pihaknya berupaya dengan mengadakan FGD ke sekolah-sekolah SMK untuk memberikan gambaran serta referensi tentang dunia kerja. Agar nantinya para siswa lulusan SMK tersebut tidak kaget pada saat memasuki dunia kerja.

Prospek atau lowongan pekerjaan di Jepara sendiri menurutnya juga cukup banyak. Dimana Jepara memiliki tiga Industri besar yaitu, Mebel atau furniture, PLTU, dan Manufacture. Dua Industri yaitu Mebel dan Manufacture menjadi sektor yang menurutnya paling banyak menyerap tenaga kerja dari Jepara.

“Upaya kita memang dengan datang langsung ke sekolah-sekolah, ketemu sama murid-muridnya, kita berikan gambaran, kita kasih referensi termasuk bagaimana upahnya agar mereka siap ketika nanti masuk di dunia kerja,” katanya.

Untuk saat ini dari pihak pemkab memang tidak lagi mengadakan Jobfair karena hal tersebut menurutnya tidak efektif. Pekerjaan yang biasanya ditampilkan pada saat Jobfair rata-rata berada di luar kota. Sementara lowongan pekerjaan di Jepara sendiri juga cukup banyak.

Baca Juga: 47 Wajah Lama di DPRD Jepara Kembali Bertarung pada Pemilu 2024

Namun menurutnya, yang menjadi problem dari banyaknya jumlah pengangguran di Jepara justru ada pada rendahnya mentaliti bekerja anak-anak muda di Jepara. Ia mengatakan bahwa generasi muda atau Gen Z saat ini lebih menyukai pekerjaan yang ringan dan tidak membutuhkan tenaga yang terlalu banyak.

“Anak-anak sekarang itu kan sukanya jadi conten creator, youtuber, kerja yang berat dikit nggak mau,” katanya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER