BETANEWS.ID, JEPARA – Kontingen Jepara dari Cabang Olahraga Squash dalam gelaran Pesta Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XVI menargetkan meraih lima medali dari sembilan nomor yang dipertandingkan.
Adhitya Dwi Nur Wicaksana, Pelatih tim Squash Kabupaten Jepara menjelaskan bahwa target lima medali tersebut yaitu dua emas pada nomor Ganda dan Beregu campuran, satu perak pada nomor single, dan dua perunggu pada nomor beregu putra dan putri.
Baca Juga: Targetkan Emas, Tim Hockey Outdoor dan Indoor Kudus Dipastikan Tak Dapat Medali Satu pun
“Targetnya kita untuk di porprov kali ini dapat lima medali, di nomor ganda dan beregu target emas. Tapi yang beregu putra dan putri kita target perunggu karena ada Semarang yang sebelumnya sudah pernah bertanding di Pra PON, kita nomor dua dari Semarang,” katanya saat ditemui di sela pertandingan Squash, di Arena Lapangan Squash, Stadion GBK Jepara, Selasa (8/8/2023).
Meskipun sebelumnya sempat kalah bertanding melawan Semarang, ia mengaku optimis bisa meraih target medali dari cabor Squash. Hal ini dilakukan dengan memaksimalkan latihan selama selesai pertandingan Pra-PON.
Dari hasil latihan tersebut ia mengatakan bahwa cabor Squash akhirnya dapat menyumbang emas di nomor ganda putra. Sehingga setelah ini menurutnya cabor squash Jepara tinggal mengincar emas dari nomor beregu campuran.
“Untuk di nomor ganda putri dan ganda yang sudah dipertandingkan pada senin kemarin belum dapat medali, yang kemarin dapat emas di nomor ganda putra, dan nomor lainnya semoga bisa menyumbang medali,” katanya.
Baca Juga: Mahasiswi UMK Persembahkan Emas untuk Kudus di Cabor Tarung Derajat Porprov Jateng 2023
Squash sendiri menurut Adhitya merupakan cabor baru dalam geralaran porprov. Di Jepara cabor ini mulai dikenal pada tahun 2020 dan saat ini total memiliki tujuh klub yang menaungi cabor Sqaush.
Dalam permainannya, squash dilakukan dalam arena lapangan yang tertutup. Squash dimainkan menggunakan raket yang merupakan perpaduan antara bulu tangkis dan tennis lapangan. Bola yang dimainkan akan dipantulkan ke tembok dan lantai, minimal selama dua kali pantulan. Apabila lebih dari itu maka pantulan yang dimainkan dianggap gugur.
Editor: Haikal Rosyada

