Jelang Agustus, Penjual Bendera Mulai Mangkal di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Penjual bendera mulai marak di Kabupaten Kudus, kebanyakan penjual bendera itu berasal dari luar daerah. Mereka berasal dari dari Jawa Barat yang merantau bertepatan dengan momen agustusan di beberapa daerah.

Di sejumlah lokasi, seperti di Jalan Jendral Sudirman, Jalan Tanjung, dan lain sebagainya terlihat bendera yang tertata rapi di sepanjang jalan. Dengan diikatkan ke pohon-pohon, bendera yang dijual tersebut menghiasi suasana jalan di Kabupaten Kudus.

Baca Juga: Outlet Teh Kota Depan UMK Ini Ramai Banget, Bisa Jual hingga 900 Cup Sehari

-Advertisement-

Satu diantara beberapa penjual bendera di Jalan Tanjung, Kudus itu adalah Leli Sahdiyah. Satu bulan sebelum hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya tanggal 18 Juli lalu, ia sudah mulai berjualan bendera di Kudus. Terlihat banyak jenis bendera yang tertata rapi untuk diperjualbelikan.

“Untuk jenis bendera ini ada banyak ya mas, seperti bendera background, umbul-umbul, bandir, until, renteng, layur, background semi, background cantik, background jadul, background mini, dan masih banyak lagi, kata wanita yang akrab di sapa Leli, Senin (24/7/2023).

Leli menjelaskan, untuk harga bendera yang dijualnya itu masing-masing berbeda, yakni mulai kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 300 ribu tergantung jenis bendera yang dipilih pembeli.

Meski sudah berjualan selama enam hari, Leli mengaku, penjualan bendera saat ini masih sepi pembeli. Ia menyadari karena momen agustusan itu masih satu bulan lagi, ia terpaksa bersabar menanti momen ramainya penjualan bendera.

“Saat ini baru terjual sedikit saja. Kalau kata bos, biasa ramainya itu satu Minggu sebelum tanggal 17 Agustus. Karena ini adalah pengalaman pertama, sempat mau pulang karena sepi pembeli. Kalau ramai gitu malah tidak mau pulang,” ujar wanita berusia 18 tahun tersebut.

Ia menuturkan, alasannya mau untuk berjualan bendera karena ingin hasil penghasilan tersebut diberikan kepada orang tuanya. Selain itu, Leli ingin merasakan pengalaman bagaimana jualan bendera di luar kota, jauh dari keluarga.

Baca Juga: Salurkan Kredit Rp50 M, Laba Bank Daerah Kudus Hanya Ditarget Rp248 Juta di 2023

“Soalnya kalau di kampung sendiri kan sudah banyak yang jual ya, jadi penjualan bisa saja tidak laku. Makanya saat ini berjualan di daerah lain,” tuturnya.

Ia menambahkan, dalam sistem penjualan bendera itu, pihaknya digaji atau tidak sitem bagi hasil. Meskipun penjualan bendera sepi, ia tetap mendapatkan upah dari bos yang diikutinya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER