BETANEWS.ID, PATI – Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis zonasi berdampak kepada sebagian sekolah yang kesulitan mendapatkan siswa baru. Seperti halnya yang dialami SMP Negeri 6 Pati.
Pada tahun ajaran 2023/2024 ini, sekolah yang berada di Kecamatan Pati tersebut hanya mendapatkan 40 siswa baru. Padahal, sebelum sistem zonasi tersebut diberlakukan, SMPN 6 Pati masih bisa mendapatkan sekitar 200 peserta didik baru.
Baca Juga: Penyertaan Modal Bertambah, DPRD Pati Berharap Deviden dari Bank Jateng Juga Meningkat
“Setelah PPDB dengan sistem zonasi diberlakukan, SMP 6 mengalami penurunan siswa baru yang cukup drastis. Sekarang rata-rata 40 an siswa. Kalau dulu setiap angkatan rata-rata 230 an siswa,” kata Mat Adjuri, Kepala SMPN 6 Pati, Senin (16/7/2023).
Ia menyebut, dengan hanya mendapatkan 40 siswa baru dalam PPDB ini, akan dibagi menjadi dua rombongan belajar (rombel). Sesuai aturan katanya, setiap rombel maksimal sebanyak 32 siswa.
Menyikapi minimnya jumlah siswa baru tersebut, pihaknya bekerja sama dengan Askab PSSI Pati untuk membuka kelas khusus, yakni kelas olah raga.
“Untuk program ini baru kami buka. Sebenarnya antusias masyarakat bagus, namun karena memang ini baru, mereka mungkin masih ragu,” ungkapnya.
Baca Juga: Harap Sabar, Kemacetan di Jalan Pati-Rembang Diprediksi Sampai 2024
Ia beberharap, Dinas Pendidikan bisa membuat kebijakan untuk pemerataan peserta didik baru. Sehingga, masing-masing sekolah tidak bisa tercukupi untuk siswa barunya.
“Misalkan dalam satu kecamatan ada 8 sekolah, sedangkan lulusan SD misalnya seribu. Ya kuotanya harus dibagi secara merata, untuk SMP Negeri dan swasta yang ada,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

