BETANEWS.ID, KARANGANYAR – Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan blusukan ke Pasar Malangjiwan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Rabu (13/7/2023). Kedatangan pria yang akrab disapa Zulhas tersebut untuk meninjau harga bahan pokok.
Pada kesempatan tersebut, Zulhas meninjau ke beberapa pedagang yang menjual kebutuhan pokok, seperti telur, minyak goreng, dan daging ayam. Saat blusukan, Zulhas juga memborong bahan pokok yang kemudian dibagikan ke warga yang hadir. Bahkan, ia juga membagi-bagikan uang Rp100 ribu kepada warga.
Bedasarkan pantauan di sejumlah pedagang, Zulhas mengungkapkan bahwa harga kebutuhan pokok di pasar Malangjiwan relatif stabil. Misalnya, harga daging ayam yang sempat naik dalam beberapa hari terakhir, sudah mulai stabil.
Baca juga: Mendag Zulhas Minta Pemda Siapkan Subsidi Transportasi Jika Harga Bahan Pokok Naik
“Ayam sudah mulai turun. Tadi kita lihat dari Rp40 ribu sudah jadi Rp38 ribu. Telur masih tinggi tapi nggak naik lagi, mulai turun, kemarin Rp32 ribu, ini sudah Rp31 ribu,” ungkap Zulhas.
“Bawang Rp35 ribu, cabai terlalu murah, Rp23 ribu. Kalau di Rp23 ribu berarti belinya Rp10 ribu di petani atau Rp13 ribu. Kalau Rp10 ribu per kilo, petaninya rugi, biaya nanemnya nggak cukup,” sambungnya.
Zulhas menyebut, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar Malangjiwan Colomadu cukup stabil, bahkan cenderung turun.
“Pasti bupatinya kerja keras, gembira, agak turun tapi ada yang terlalu murah,” katanya.
Baca juga: Dishub Solo Luncurkan Layanan Shuttle Bus Rute Destinasi Wisata
Sedangkan terkait harga telur yang masih tinggi, Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu mengaku perlu waktu.
“Ayam kan nggak bisa bertelur sehari dua, perlu waktu. Kemarin Rp33 ribu, 32, sekarang 31. Saya kira minggu depan, dua minggu lagi turun,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zulhas memaparkan bahwa secara nasional rata-rata inflasi saat ini 3,5 persen. Hal tersebut salah satunya yang membuat harga bahan pokok cenderung turun.
“Rata-rata inflasi kita turun. Inflasi kita yoy (year on year) 3,5 persen. Bulan ini malah rendah sekali,” terangnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

