BETANEWS.ID, JEPARA – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) benar-benar menjadi tumpuan perekonomian daerah di Kabupaten Jepara. Hal ini terlihat pada saat datangnya pandemi Covid-19 Jepara memiliki daya tahan yang lebih kuat dari sisi ekonomi dibanding daerah lain.
Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Jepara mengatakan, Jepara memiliki banyak UMKM yang tersebar secara merata di beberapa wilayah.
Baca Juga: KPU Jepara Berikan Kemudahan ke Pemilih Penyandang Disabilitas
“Akibat pandemi, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jepara memang minus 1 persen. Tapi itu lebih baik dari rata-rata Jawa Tengah dan nasional yang minusnya sampai 2 persen.”
Katanya pada Sabtu (24/6/2023).
Menurutnya UMKM memiki peran sangat besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jepara pasca pandemi. Seperti pada tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Jepara hampir menyentuh 6 persen, tepatnya 5,95 persen. Sedangkan rata-rata Jawa Tengah dan nasional, sama-sama berada di angka 5,31 persen.
“Saat krisis, sektor manufaktur langsung kolaps. Tapi UMKM bisa bertahan di antaranya karena industri ini dikelola keluarga,” katanya.
Karena itulah, meski arah pembangunan daerah di Jepara pada tahun 2024 sudah ke ketahanan pangan, Pemkab Jepara tidak melupakan pembangunan sumber daya manusia, termasuk agar siap memasuki pemasaran digital.
“Ketika melatih UMKM, kami pastikan ada materi pemasaran online. Sekarang kita lihat hasilnya. Belanja kebutuhan jamuan online dari pos APBD sebesar Rp18 miliar per tahun, pada awal aplikasi Blangkon hanya dinikmati pelaku usaha luar daerah. Kini, uang itu bisa berputar di Jepara,” katanya.
Di luar pembangunan SDM, pembangunan sektor wisata ditempatkan sebagai pemberi daya dukung sinergis.
“Ketika orang berkunjung untuk berwisata, pasti membelanjakan uang di di Jepara,” tambahnya.
Baca Juga: Pencegahan Kasus Kekerasan Seksual di Jepara Belum Maksimal
Dosen Fakultas Psikologi UGM Yogyakarta, Rahmat Hidayat menambabkan bahwa kondisi tersebut bisa terjadi karena masyarakat Jepara memiliki skill SDM yang tanpa sentuhan pelatihan modern apapun, sudah memiliki nilai jual internasional.
“Itu ada di pelaku industri ukir, tenun, monel, dan sebagainya. Jika kita telusuri dari mana munculnya, pasti ada pertalian dengan sejarah panjang Jepara dan pewarisan budaya nenek moyang orang Jepara,” ujarnya.
Editor: Haikal Rosyada

