Ngopi, Diskusi dan Mengaji di Randu Jembagar

Di tengah keheningan malam, terdengar lantunan merdu zikir dan Tahlil dari sebuah saung, oleh sejumlah muda-mudi. Saung tersebut terletak di Dusun Randusari, Desa Randusari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Suara zikir dan Tahlil itu menjadi pembuka sebelum dilanjutkan acara lainnya.

Sembari menikmati secangkir kopi dan rokok, mereka kemudian berdiskusi santai, sesuai dengan tema yang diangkat saat itu. Mereka saling beinteraksi satu sama lainnya.

Tempat itu adalah Randu Jembagar, sebuah tempat untuk perkumpulan yang mewadahi muda-mudi dari berbagai latar belakang. Di sana, mereka dapat berdiskusi dari mulai permasalahan duniawi yang kerap kali menjadi problematika, hingga tema-tema keagamaan.

-Advertisement-

“Jadi ini adalah tenpat kumpulnya kanca-kanca untuk mengisi waktu, kenal satu sama lain, di mana kami sepakat membuat tempat sing isa mewadahi semua manusia, dalam konteks apapun dari berbagai disiplin,” tutur Nasihin Aziz Raharjo, pendiri Randu Jembagar, kepada Betanews.id, belum lama ini.

Kegiatan diawali dengan pembacaan zikir. Suasana semakin akrab dengan menikmati nasi kebuli secara kembulan atau makan bersama-sama dalam satu tempat.

Barulah setelah itu kegiatan diskusi dimulai. Diawali dengan pemateri yang membawakan topik yang berbeda-beda di setiap pertemuannya, dilanjutkan dengan bertukar pemikiran sepurtar topik yang sama.

Muda-mudi yang hadir juga berasal dari berbagai latar belakang. Mulai yang berasal dari pondok pesantren, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, peneliti dan masyarakat biasa, yang kemudian membaur menjadi satu tanpa ada sekat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER