BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus saat ini telah menyiapkan air bersih sebanyak 1.000 meter kubik untuk mengantisipasi kekeringan. Jumlah itu setara dengan satu juta liter air bersih yang siap didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kudus, Djunaedi, mengatakan, sampai saat ini pihaknya mencatat belum ada wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem. Sehingga, untuk potensi kekeringan diharapkan tidak akan terjadi.
Meski begitu, pihaknya selaku penanggung jawab masalah kekeringan, tetap menyiapkan air bersih untuk warga Kudus, khususnya di wilayah yang berpotensi kekeringan ekstrem.
Baca juga: Gara-Gara LSD, Bakul Ternak di Kudus Harus Blusukan ke Kandang Cari Hewan Kurban Sehat
“Sampai saat ini yang berpotensi kekeringan ada di wilayah Kecamatan Undaan, terutama Desa Kutuk. Kalau yang lain kelihatannya sudah mulai berkurang, karena adanya Pamsimas. Itu sangat membantu sekali,” beber Djunaedi usai rapat koordinasi penanganan kekeringan di Aula BPBD Kudus, Kamis (8/6/2023).
Pihaknya juga menyiapkan satgas kekeringan yang tujuannya untuk mendata wilayah yang bisa berpotensi kekeringan.
“Tapi kelihatannya wilayah Undaan sekarang ini berbeda dengan sebelumnya. Karena dua tahun kemarin itu sudah tidak ada kekeringan. Ini hanya antisipasi prediksi saja. Mudah-mudahan tidak ada lah,” ungkapnya.
Baca juga: Dampak El Nino, Beberapa Wilayah di Pati Berpotensi Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih
Djunaedi mengimbau kepada masyarakat Kudus untuk membuat sumur resapan yang berguna untuk mengurangi difisit air bersih yang bisa mengalir langsung ke hilir (laut). Selain itu pihaknya juga aktif dalam penanaman pohon untuk menjaga kualitas mata air.
“Seperti yang kami lakukan di wilayah Colo, sudah ada penanaman pohon yang berhasil. Lah itu yang nantinya diharapkan juga bisa mengurangi kekeringan,” ujarnya.
Ia menambahkan, menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), predikisi kekeringan di Kudus akan berlangsung mulai Mei hingga September mendatang.
“Alhamdulilah sampai saat ini masih ada hujan di musim kemarau ini. Sehingga saat ini masih aman dari kekeringan,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

