BETANEWS.ID, PATI – El Nino yang merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal di Samudra Pasifik diprediksi akan melanda Indonesia pada 2023 ini, tak terkecuali Kabupaten Pati.
El Nino, berpotensi menyebabkan dampak kekeringan yang luas, termasuk juga kebakaran hutan dan lahan.
Kalakhar BPBD Pati, M Budi Prasetya, meminta masyarakat untuk bersiap dan waspada menghadapi situasi seperti ini.
Baca juga: Petani Pati Sebut Dispertan Minim Sosialisasi Asuransi Tani
“Tiga tahun kemarin kemarau basah, yang merupakan dampak La Nina dan ini sudah berakhir. Nah kalau ini gantian siklusnya El Nino. Yakni kemarau dengan dampak kekeringan,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat (28/4/2023).
Ia menyebut, musim kemarau diperkirakan terjadi Mei hingga Oktober. Pada periode tersebut, menurutnya kondisi yang benar-benar kering, yakni beberapa wilayah di Kabupaten Pati mengalami kesulitan air dan perlu mendapatkan air bersih, diperkirakan terjadi pada Juli, Agustus, dan September.
Baca juga: Normalisasi Sungai Silugonggo Dilakukan Sepanjang 13 Km dari Gabus Sampai Juwana
“Kalau dua tahun kemarin nggak. Meskipun kemarau, tapi tidak banyak daerah yang terdampak kekeringan. Tapi tahun ini kita harus siap dan waspada,” imbuhnya.
Budi menyebut, beberapa wilayah di Kabupaten Pati yang langganan terdampak kekeringan itu di antaranya, di wilayah Kecamatan Sukolilo, Kayen, Tambakromo, Winong, Pucakwangi hingga Batangan.
Dalam kondisi seperti ini, ia juga menyarankan kepada petani agar tidak menanam padi, tapi bisa diganti tanaman lain untuk ketahanan pangan. Sebab, tidak ideal kalau petani tetap menanam padi.
Editor: Ahmad Muhlisin

