BETANEWS.ID, SOLO – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan stunting yang kini mencapai 1.050 kasu. Gibran juga berkomitmen seletah mendeklarasikan Zero Stunting di 2024 mendatang. Menurutnya, dalam menangani stunting juga harus menyelesaikan persoalan lain, sepeti kemiskinan karena memiliki keterkaitan.
“Intinya ini, kita komitmen zero stunting. Yang depan ini kita juga zero anak putus sekolah. Tahun depan kita kejar semua. Karena angka kemiskinan turun, otomatis turun juga. Tenang aja,” kata Gibran saat ditemui di Balai Kota Solo, Rabu (31/5/2023).
Gibran tidak menampik jika memang banyak tantangan dalam menyelesaikan persoalan stunting ini. Namun, pihaknya akan terus berupaya dalam mencapai Zero Stunting.
Baca juga: Pemkot Solo Targetkan 2024 Zero Stunting, tapi Sepanjang 2023 Malah Ada 1.050 Kasus
“Tantangannya banyak, tapi kita kejar, tenang aja. Yang jelas anak-anak muda sudah kita sosialisasikan terus jangan kawin terlalu awal. Ibu hamil kami dampingi, anak-anak kita dampingi. Kan sudah terpetakan semua juga. 1050. Ini PR saya,” katanya lagi.
Lebih lanjut, Gibran membenarkan bahwa ada sebagian dana bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA) yang akan ia arahkan untuk penanganan stunting. Namun, ia enggan untuk menyebutkan besaran dana tersebut.
“Betul (dana dari UEA), termasuk RTLH (Rumah Tidak Layak Huni). Nanti RTLH selesai semua, stunting turun. Cepat,” ujarnya.
Baca juga: Agar Angka Stunting Tak Tinggi, Ganjar Minta Remaja Putri Tak Menikah Dini
Sebelumnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), mencatat ada sebanyak 1.050 Balita Stunting pada sepanjang 2023 ini.
Menurut Kepala DP3AP2KB, Purwanti, akan menjadi PR bagi Pemkot Solo untuk zero stunting pada 2024. Namun, ia yakin persoalan stunting bisa diselesaikan dengan menggandeng semua lini di kehidupan masyarakat.
“Karena itu semua pihak harus terlibat aktif karena stunting bukan hanya soal gizi buruk namun juga dipengaruhi faktor kesejahteraan masyarakat,” tutur Purwanti.
Editor: Ahmad Muhlisin

