Berwisata ke Kota Wali, tak lengkap rasanya jika belum berziarah ke makam Raden Sahid, atau lebih dikenal dengan sebutan Makam Sunan berada di Jalan Raden Sahid, Kelurahan Kadilangu, Demak. Dengan berwisata religi di sana, pengunjung tidak hanya bisa mengetahui sejarah, tapi juga bisa berburu oleh-oleh khas Demak.
Area makam yang tidak pernah sepi dari peziarah itu, menjadi destinasi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia yang ingin mengenal sosok Sunan Kalijaga, salah satu Wali Sembilan atau Walisongo yang menyebarkan agama Islam di pulau Jawa.
Menurut Sumastopo Joko Raharjo, pencatat tamu makam Sunan Kalijaga, banyak yang datang untuk berziarah saat bulan Rajab dan Sya’ban. Selain itu, hari-hari pasaran juga menjadi tradisi masyarakat lokal untuk berziarah.
Baca juga: Bingung Liburan ke Mana? Wisata Petik Jambu Kristal di Demak Ini Bisa Jadi Pilihan Menarik Lho
“Ramai-ramainya itu ketika hari pasaran seperti Jumat Kliwon, Jumat Pon, dan Jumat Pahing, banyak yang datang untuk berziarah,” katanya pada Betanews.id, saat ditemui di komplek makam Sunan Kalijaga, belum lama ini.
Sumastopo menambahkan, peziarah tidak hanya datang dari kalangan masyarakat lokal saja, tapi juga hingga mancanegara. Beberapa negara tetangga Indonesia juga sering berkunjung.
“Pengunjung ya dari seluruh penjuru tanah air, kemarin juga ada yang dari Malaysia dan Singapura,” imbuhnya.
Dalam sejarahnya, kata Sumastopo, Sunan Kalijaga dikenal sebagai pribadi yang dermawan dan bersahaja terhadap semua orang. Sunan Kalijaga juga dikenal berdakwah dengan hal-hal yang kreatif dan menarik, sehingga bisa menjangkau masyarakat luas.
“Sunan Kalijaga itu dikenal sebagai sosok yang suka membagi-bagikan makanan atau sembako kepada masyarakat miskin. Selain itu, yang paling terkenal itu cara dakwahnya menggunakan tembang dan wayang,” terangnya.
Baca juga: Menikmati Wisata Alam di Demak Green Garden, Banyak Pilihan Wahana yang Seru dan Menarik
Di komplek makam Sunan Kalijga, juga terdapat beberapa makam keturunannya. Di antaranya ayah, istri, adek, anak, cucu, hingga murid. Kemudian bagian luar keraton cungkup diisi makam ipar Sunan Kalijaga, Mpu Supo dan putranya Djaka Suro.
“Yang di dalam cungkup itu ada 10 seperti, anak dan pembantu yaitu Kiai Nyai Nderik, adiknya makam Dewi Roso Wulan, ayahnya Raden Tumenggung Wilatikta,” katanya.
Selain bisa mengetahui sejarahnya, berziarah ke makam Sunan Kaliga, para peziarah juga juga bisa berburu oleh-oleh. Di jalan menuju makam, peziarah akan melewati beberapa ruko pedagang yang menyediakan berbagai oleh-oleh khas Demak. Oleh-oleh yang bisa didapat mulai dari makanan, pakaian, hingga cinderamata.
Editor: Suwoko

