Museum Batik Pati akan Jadi Destinasi Wisata dan Sentra Pemasaran Batik Bakaran

BETANEWS.ID, PATI – Museum Batik Bakaran Sudewi yang lokasinya berada di Jalan Raya Juwana-Wedarijaksa, Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Pati, nantinya ditargetkan bakal menjadi destinasi wisata edukasi.

“Museum Batik, ke depan akan menjadi salah satu paket wisata di Desa Bakaran Wetan. Karena salah satu ikon Bakaran Wetan adalah batik tulis, maka nanti pengunjung kita berikan edukasi tentang batik dan berlatik membatik, ” ujar Wahyu Supriyo, Kepala Desa Bakaran Wetan.

Di samping itu, keberadaan museum juga akan menjadi wadah bagi perajin Batik Bakaran yang berada di Bakaran Wetan dan sebagian dari Bakaran Kulon. Nantinya, museum yang baru diresmikan pada 8 April 2023 lalu, akan menjadi pusat pemasaran Batik Bakaran.

-Advertisement-

Baca juga: Pati Kini Miliki Museum Batik, di Sini Lokasinya

Ia menyebut, wisatawan atau masyarakat yang ingin membeli Batik Bakaran, tidak perlu repot-repot untuk datang ke perajin secara langsung. Namun, mereka cukup datang ke museum yang sudah tersedia ratusan motif Batik Bakaran.

“Karena kita kerja sama dengan pengrajin dan menampung produk batik dari semua pengrajin di Bakaran Wetan dan sebagian Bakaran Kulon, tentu koleksi di sini (museum) lebih lengkap. Begitu pula dengan pilihan, di sini juga lebih banyak, ” ungkapnya.

Sedangkan untuk harga, Kades menegaskan, kalau harga di perajin dan museum sama. Sehingga, wisatawan atau warga tidak perlu khawatir soal harga.

Dengan keberadaan museum tersebut, ia berharap perajin batik yang ada di Bakaran bisa terus eksis dan mampu meningkatkan penjualan bagi mereka.

Baca juga: Inilah Berbagai Keunggulan Batik Pati yang Kini Tembus Pasar Mancanegara

Yang tak kalah penting menurutnya adalah, sejarah tentang Batik Bakaran tidak hilang begitu saja. Sehingga, keberadaan museum bisa menjadi fasilitas bagi generasi muda maupun masyarakat umum untuk belajar tentang Batik Bakaran.

Baca juga:

“Batik bakaran ini punya sejarah. Nah dengan adanya sejarah atau nilai historis batik tulis , menjadi salah satu penilaian Batik Bakaran ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda (WBTB) pada 2021. Makanya, sejarah ini perlu kita edukasikan kepada masyarakat, ” pungkasnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER