BETANEWS. ID, PATI – Sebuah tugu dengan ketinggian sekitar 2 meter yang menampilkan replika canting dan wajan kecil yang merupakan peralatan membatik, terlihat bediri di depan sebuah bangunan mungil yang berada di Jalan Juwana – Wedarijaksa, Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Pati.
Tugu tersebut merupakan ikon dari Museum Batik Bakaran Sudewi yang baru saja diresmikan pada 8 April 2023.
Di bagian dalam museum, tampak ratusan potong kain batik, dengan ratusan motif pula ditata secara rapi di sebuah rak dan sebagian di gantungan yang terbuat dari kayu. Batik dengan ratusan motif yang ada itu, merupakan batik khas dari Bakaran, Pati.
Baca juga: Inilah Berbagai Keunggulan Batik Pati yang Kini Tembus Pasar Mancanegara
Selain itu, ada pula beragam peralatan tradisional yang digunakan untuk proses membuat batik tulis. Mulai dari canting, wajan baja, tungku, malam, ijuk, besi tapal kuda, dingklik, gawangan, hingga sampel tumbuhan yang digunakan untuk pewarna alami.
Di sudut lain, ada juga gambar proses pembuatan batik tulis dari tahap awal hingga jadi. Kemudian, belasan motif Batik Bakaran era awal yang sebagian sudah dipatenkan oleh Pemerintah Kabupaten Pati.
Kepala Desa Bakaran Wetan Wahyu Supriyo mengatakan, keberadaan Museum Batik tersebut diharapkan menjadi wadah untuk pengetahuan bagi masyarakat tentang sejarah Batik Bakaran.
“Batik bakaran ini punya sejarah. Nah dengan adanya sejarah atau nilai historis batik tulis , menjadi salah satu penilaian Batik Bakaran ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda (WBTB) pada 2021. Makanya, sejarah ini perlu kita edukasikan kepada masyarakat, ” ucapnya.
Baca juga: Tampil Elegan dengan Songkok Batik Pesisiran Khas Pati yang Laris Manis Diburu Jelang Lebaran
Dengan adanya museum itu, menurutnya pengetahuan akan terus ada dan bisa dikembangkan. Sebab, bila tidak fasilitas seperti halnya museum, dimungkinkan generasi mendatang tidak tahu lagi bagaimana proses membatik, khususnya batik tulis Bakaran. Terutama terkait dengan sejarah batik itu ada.
Editor: Suwoko

