BETANEWS.ID, DEMAK – Di sepanjang jalan Bhayangkara, Kelurahan Mangunjiwan, Kecamatan/Kabupaten Demak sore itu terlihat sangat ramai warga yang berburu berbagai hidangan berbuka. Mereka menyesaki puluhan lapak pedagang yang berjejer rapi di bagian sisi dan kanan jalan.
Tidak hanya penjual menu-menu takjil saja, beberapa pedagang pakaian, hingga mainan anak juga ikut meramaikan jalanan tersebut. Para pembeli tampak menikmati beraneka takjil yang dijual, mulai dari kalangan anak mudah hingga dewasa.

Salah satu lapak yang ramai itu adalah milik Azi. Menurutnya, pembeli mulai membeludak pada pukul 17.00. Apalagi mendekati waktu pulang pekerja kantor yang berada di sekitar Jalan Bhayangkara.
Baca juga: Terkenal Murah, Penjual Takjil dan Lauk Buka Puasa di Pinggir Jalan Kaliputu Kudus Diserbu Pembeli
“Bulan puasa ini ramai, lumayan macet kalau udah masuk jam lima. Kalau saya sudah lama jualan di sini, bukanya dari jam satu,” katanya pada betanews.id, Senin (3/4/2023).
Di lapaknya itu, Azi menjual berbagai menu makanan, mulai dari kuah sayur bening, kuah asam, pepes, pecel, hingga gorengan. Azi mengaku dalam sehari bisa meraup omzet hingga jutaan rupiah.
“Saya memang dari dulu jualan di sini. Semenjak puasa makin ramai, sehari bersih dapat Rp600-700 ribu, Rp1 juta juga bisa. Kebanyakan pembeli sukanya menu-menu botok, pepes,” ungkapnya.
Tidak hanya Azi, Linda warga Desa Weding, Kecamatan Bonang juga tak mau ketinggalan untuk berjualan di Jalan Bhayangkara. Mendengar keramaian pembeli, ia turut menjajakan Suhsi buatannya.
Baca juga: Dimsum Prasmanan di Demak Punya Daging Tebal, Cocok untuk Hidangan Takjil
“Saya pertama kali jualan di sini. Tahu kalau jalan Bhayangkara ramai dari Facebook dan juga disaranin teman jualan di sini,” terangnya.
Linda yang biasanya menjual satu boks sushi, kini ia bisa menghabiskan lebih dari tiga boks setiap harinya. Untuk per porsi sushi ia jual dengan harga Rp3 ribu untuk semua varian, seperti crab, katsu, telur, onigiri, ikan salmon, dan lain-lain.
“Biasanya itu cuman habis puluhan porsi, sekarang bisa habis ratusan. Bawanya yang cuman satu loyang sekarang bisa sampai tiga loyang,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

