BETANEWS.ID, SOLO – Jamu merupakan minuman herbal yang kaya akan manfaat. Akan tetapi, minuman satu ini tidak tahan lama, sehingga kebanyakan pembuat jamu hanya produksi untuk disajikan hari itu juga.
Di tangan Galuh Candra Wilasita, para penikmat jamu kini tak perlu risau dengan masalah kedaluwarsa jamu, lantaran ia berinovasi membuat jamu yang tahan lama.
Kepada Betanews.id, pemilik Jamu Pawonanda itu menceritakan bahwa ia sudah memproduksi jamu sejak awal 2018 lalu. Mulanya, ia resah lantaran saat ini cukup susuah untuk mencari jamu gendong.
Baca juga: Jamu Pawonanda yang Dikemas Modern Ini Tembus Pasar Malaysia dan Singapura
“Karena saya sendiri kan dari kecil yang suka minum jamu. Dulu kan suka ada jamu gendong yang lewat depan rumah gitu. Tapi kan untuk memenuhi kebutuhan jamu sudah jarang karena sudah jarang yang lewat depan rumah,” kata Galuh kepada Betanews.id, Senin (20/3/2023).
Galuh lalu mulai mecoba membuat jamu dengan ilmu yang ia punya dan berguru ke teman-temannya yang memproduksi jamu. Ia lalu membuat jamu konsentrat dengan tujuan agar minuman tradisional ini bisa dikonsumsi di mana saja dan kapan saja.
Setelah mulai berjalan, ternyata peminat jamu buatan Galuh mendapatkan permitaan yang tinggi dari konsumen. Galuh kemudian mulai mejual jamu konsetratnya ke toko oleh-oleh yang ada di Solo.
“Kemudian di pengiriman juga kita ada permintaan ke luar kota atau ke luar Jawa. Selain konsentrat ada juga permintaan wedang uwuh dan teh rempah. Kalau yang siropnya adalah lima varian, kunyit asem, gula asem, temulawak, jahe rempah, sama beras kencur,” ujarnya.
Baca juga: Bangkit Usai Kena PHK, Kisah Riki Rintis Usaha Es Gempol Pleret
Dibantu suami dan beberapa tenaga lainnya, Galuh lantas mengembangkan Pawonanda. Beberapa upaya juga sudah dilakukan untuk menjamin produk buatannya, seperti izin PIRT hingga sertifikasi halal.
“Kemudian kita bikin yang ukuran 250 ml itu yang konsentrat ini memang waktu itu rencananya mau ada kerjasama sama Smesco sama ada mau masukin ke Kimia Farma juga ke toko-toko. Nah nanti yang kemasan seperti ini yang pakai boks. Ada tawaran-tawaran juga dari supermarket itu jadi kita bikin yang ukurannya beda-beda,” katanya.
Galuh juga sering mengikuti pameran-pameran di Solo dan sekitarnya agar jamu yang ia poduksi dapat lebih dikenal oleh masyarakat. Dengan memproduski jamu dengan kemasan modern ini, Galuh berharap agar jamu bisa naik kelas dan disukai lagi oleh semua kalangan.
“Harapannya kalau untuk jamu itu sebenarnya kita pengen bikin outlet jadi lebih ke bikin yang minuman kekinian yang dimix supaya penjualannya lebih banyak lagi,” ujarnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

