31 C
Kudus
Rabu, Juni 19, 2024

Bangkit Usai Kena PHK, Kisah Riki Rintis Usaha Es Gempol Pleret

BETANEWS.ID, JEPARA – Perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina dua tahun lalu menyebabkan ekspor barang dari indonesia ke luar negeri menjadi terhambat. Akibatnya banyak perusahaan-perusahaan yang produksi di Indonesia mengurangi jumlah karyawan. Sehingga para pekerja di Indonesia mengalami gelombang badai PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Salah satunya, Muhammad Riki Saputra (23). Pria yang dulunya bekerja sebagai pengawas di salah satu pabrik sepatu yang berada di Desa Banyuputih, Kecamatan Kalinyamat, Kabupaten Jepara juga harus menerima nasib. Dirinya termasuk salah satu karyawan yang terkena PHK. Perusahaan tempatnya bekerja terpaksa harus mengurangi setengah dari jumlah karyawannya, karena ekspor mandek.

Halida Mariatul Kibtiah, istri Riki menunjukkan es gempol pleret. Foto: Umi Nurfaizah.

Baca juga: Mencicipi Kesegaran Es Gempol Pleret Mak Pik di Pasar Kalinyamatan Jepara

-Advertisement-

“Sebenarnya tahu (kalau akan ada PHK) udah dari Agustus tahun lalu (2022). Cuma waktu itu optimis nggak akan kena. Eh tahunya, bulan November kemarin juga ikut kena,” ujarnya pada Betanews.id, Selasa (21/02/2023).

Dia menuturkan, bahwa sudah mencoba untuk mengirimkan surat lamaran kerja ke beberapa perusahaan. Namun belum ada satupun perusahaan yang memanggilnya untuk bekerja. Hal tersebut lantaran di perusahaan lain juga sedang mengurangi jumlah karyawan, sehingga tidak menerima karyawan baru, meskipun dirinya sudah memiliki pengalaman kerja.

Tidak mau berputus asa dengan keadaan, dia bersama istrinya, Halida Mariatul Kibtiah (23) kemudian merintis usaha es gempol pleret yang baru dibuka akhir Januari lalu. Dia mengambil gempol dan pleret dari saudara sepupunya, yang sudah lebih dulu berjualan selama setahun di sebelah selatan Pasar Kliwon, Kudus.

Baca juga: Mulai Naysila Mirdad hingga D’Masiv, Es Gempol Pleret di Panjunan Ini Jadi Langganan Artis

“Akhirnya sama istri mencoba untuk jualan ini (es gempol pleret), dan hasilnya ternyata lumayan. Dari segi waktu juga bisa lebih banyak sama keluarga, ” pungkasnya.

Kini ia dan istrinya lebih memilih untuk menekuni usaha tersebut. Selain para pembeli datang langsung ke tempatnya berjualan yang berada di depan Pasar Kalinyamatan, Kecamatan Kalinyamat, Kabupaten Jepara, dia juga sering menerima orderan dari para warga sekitar dan juga para teman bekerjanya dulu.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
139,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER