31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Jalan Conge Ngembalrejo Rusak Parah, Warga Minta Agar Pemkab Kudus Sat Set

BETANEWS.ID, KUDUS – Permukaan Jalan Conge, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, rusak parah. Jalan utama menuju kampus IAIN Kudus itu banyak berlubang, dan debu tampak beterbangan saat ada kendaraan yang melintas. Warga setempat mengeluh atas kondisi jalan tersebut, dan meminta Pemkab Kudus sat set.

Haryono, adalah pengendara yang mengeluhkan kondisi Jalan Conge. Warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, yang sering melintasi jalan tersebut, mengeluh banyak lubang yang sering mengakibatkan kecelakaan tunggal maupun tabrakan. Ia meminta Pemkab Kudus segera memperbaiki jalan tersebut, secepatnya.

“Kami minta pemerintah (Pemkab Kudus) sat set, intinya cepat tanggap, kemudian jalan dibenahi, agar tidak terjadi kecelakaan karena banyak jalan berlubang,” katanya saat ditemui, Selasa (14/3/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Perbaikan Jalan Rusak di Jalur Pantura Kudus Fokus di 4 Jembatan

Ia menjelaskan, meski sudah beberapa kali dilakukan pengurugan dengan material, namun hal itu belum menjadi solusi tepat. Karena masih banyak pengendara yang mengalami kecelakaan yang melintas di jalur tersebut.

“Ini sudah ditambal tapi belum diaspal. Ini keadaanya sudah parah lagi. Penambalan jalan setahu saya pertengahan Maret, dan saat ini berlubang lagi,” terangnya.

“Kalau setahu saya ini kan jalan ramai, sering terjadi senggolan, karena menghindari lubangan jalan. Kalau hujan bahaya, jalan itu ada airnya dan tidak tahu jika jalan berlubang karena tidak kelihatan,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkap oleh Hendro Saputro. Warga Desa Ngembalrejo RT 4 RW 3, Kecamatan Bae, itu mengatakan, jalan rusak di depan rumahnya itu sudah lama terjadi. Menurutnya kurang lebih empat sampai lima bulan terakhir ini jalan masih belum ada tindakan yang tepat.

Baca juga: Warga Diminta Paham, Tak Semua Jalan Rusak di Kudus Tanggung Jawab Pemkab

Menurutnya, jalan berlubang yang merupakan wewenang dari Pemerintah Kabupaten Kudus itu sebenarnya sudah pernah ada pengurugan. Namun hasil perbaikan jalan tidak bisa bertahan lama, karena hanya diurug menggunakan sirtu (pasir dan batu).

Ia meminta Pemkab Kudus segera memperbaiki jalan tersebut. Sebab jalur itu merupakan akses jalan sekolahan, kampus dan para pekerja, serta menjadi jalur alternatif.

“Dalam empat sampai lima bulan ini ditambal pasir dan batu dua kali tapi tidak bertahan lama. Saat cuaca panas banyak debu yang bahkan sampai masuk rumah warga,” tandasnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER