31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Warga Protes Jalan Tanjungkarang Terus Ditinggikan: ‘Sodetan Diaktifkan Lagi dong’

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah warga di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, mengaku keberatan Jalan Kudus-Purwodadi terus ditinggikan. Menurut mereka, langkah tersebut bukan solusi untuk mengatasi banjir yang selalu terjadi setiap tahun. Mereka meminta agar sodetan kembali diaktifkan agar banjir tidak selalu menggenangi wilayah mereka.

Warga Desa Tanjungkarang bernama Sartini, adalah satu di antara warga yang tidak setuju permukaan jalan terus ditinggikan. Menurut warga Desa Tanjungkarang RT 7 RW 5 itu, jika permukaan jalan terlalu tinggi, banjir akan semakin parah menggenangi rumah-rumah warga.

“Ya kalau terlalu tinggi ya keberatan ya, soalnya kalau di tinggikan airnya nanti naik terus rumah jadi kebanjiran. Karena sudah dua bulan ini tidak ada penghasilan, kendala banjir yang menggenangi jalur ini. Airnya kan terlalu tinggi,” beber Sartini kepada Betanews.id, Senin (13/3/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Banjir Bikin Macet Jalan Tanjungkarang, Ketua DPRD Kudus Usulkan Bangun 2 Jalur Alternatif

Ia mengatakan, warga sekitar sudah beberapa kali meninggikan bangunan rumahnya agar air pada saat musim penghujan tidak masuk ke dalam rumah. Jika peninggian jalan terus dilakukan, upaya warga yang telah meninggikan bangunan rumahnya akan jadi sia-sia.

“Kalau ini ditinggikan kasihan rumah warga yang ada di sini. Soalnya beberapa kali warga sudah meninggikan bangunannya, tentu itu membutuhkan biaya lagi. Kalau bisa sodetan air atau selokan bahu jalan harus diaktifkan lagi. Karena sudah mampet semua dan air tidak bisa mengalir dengan lancar,” ujarnya saat ditemui di rumahnya.

Sartini menjelaskan, dirinya sudah dua kali meninggikan bangunan rumahnya karena struktur jalan yang semakin tinggi. Menurutnya dia membangun pada tahun 1996 dan kembali meninggikan bangunan pada 2013 yang lalu. Hal itulah yang membuatnya keberatan jika jalan terus ditinggikan.

“Yang terakhir bangun rumah itu dari nol dan itu membutuhkan Rp 200 juta. Kalau seperti ini terus kan kasihan warga. Semoga penanganannya serius, biar warga ini bisa buka usaha dengan tenang dan lancar, orang sini bayar PPDB kan lancar, tidak pernah nunggak,” harapnya.

Jalan Kudus-Purwodadi di Desa Tanjungkarang merupakan jalur utama dari Kudus menuju Purwodadi. Jalan tersebut sering terendam banjir saat musim hujan mulai datang. Sejak awal tahun hingga saat ini, jalan tersebut terndam banjir. Oleh pemerintah, struktur jalan tersebut terus ditinggikan untuk mnengurangi kemacetan.

Baca juga: Banjir Kembali Rendam Pemukiman di Desa Tanjungkarang Kudus

Menanggapi hal itu, Sub Koodinator Balai Pengelola Jalan Wilayah Pati Bina Marga Jateng, Parjo mengatakan, lantaran sudah ada keluhan banyak warga terkait dengan adanya peninggian jalan di sana, pihaknya sudah menyampaikan ke kantor untuk ditindaklanjuti. Pihaknya juga tidak mau ada yang dirugikan, mengingat hal yang dilakukan tersebut untuk kepentingan bersama.

“Masukan dan saran dari warga sekitar sudah saya ajukan ke kantor, karena kami di sini untuk mencari solusi yang terbaik. Karena jalan ini kan jalan utama Kudus ke Grobogan, jadinya untuk mengurai kemacetan saat ada genangan air di sini, solusinya di tinggikan jalannya. Tapi saran dari warga tetap menjadi bahan pertimbangan,” tuturnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER