BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara menerima kunjungan kerja Bupati Siak Alfedri beserta jajaran Dinas Lingkungan Hidup Siak, Provinsi Riau, Senin, (13/3/2023). Anjangsana itu dalam rangka studi tiru terkait pengelolaan sampah, sekaligus meminta kiat sukses meraih penghargaan Adipura Kencana.
Bupati Siak Alfedri menyampaikan, kunjungan kerja ini dalam rangka ingin mengadopsi formula yang diterapkan Jepara, sebab terbukti berhasil menciptakan lingkungan bersih sampai ke pelosok desa-desa.
“Makanya kami belajar ke Jepara, kiat-kiat dan strategi dalam mencapai kebersihan sampai ke pelosok kampung atau desa,” tuturnya saat ditemui di ruang rapat R.M.P. Sosrokartono Setda.
Baca juga: Pertahankan Adipura Kencana, DLH Jepara Akan Jaga Titik-Titik Penilaian
Dalam penganugerahan Adipura kemarin, Kabupaten Siak mencatatkan trofi Adipura kelimanya. Ke depan harapannya dapat meraih trofi kategori Kencana. Kala itu, Jepara memperoleh piala ke-16-nya dengan predikat Kencana.
Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta mengaku senang mendapatkan kunjungan dari rombongan Bupati Siak. Meski Jepara termasuk kabupaten kecil, Edy menyebut daerah ini memiliki banyak daya tarik wisata unggulan. Potensi itu pun turut diperkuat adanya produk-produk khas yang telah masuk pasar global.
Terkait torehan Adipura Kecana, Edy menjelaskan jika aspek kebersihan menjadi fokus pertama yang ia kerjakan usai dilantik. Berbagai gebrakan pun dimunculkan dengan melibatkan seluruh elemen, mulai dari jajaran pemerintahan di semua tingkatan, masyarakat, serta badan-badan usaha.
“Pertama kali saya menjabat di sini, pertama yang saya genjot adalah mendapat piala Adipura Kecana,” ujarnya.
Keterlibatan dan partisipasi tersebut berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan, kendati saat itu ada keterbatasan kemampuan anggaran, serta minimnya petugas di lapangan.
“Seluruh perangkat daerah termasuk camat, lurah dan petinggi saya minta nyengkuyung bersama-sama menciptakan kebersihan wilayah,” kata Edy Supriyanta.
Sementara upaya pengurangan sampah, lanjut dia, perlu benar-benar sudah dikelola sejak dari hulu. Caranya antara lain ada inovasi desa mandiri sampah, bank sampah, dan program jemput sampah terpilah. Sedangkan di hilir terdapat tempat pemrosesan akhir yang terkelola secara maksimal. Komitmen ini pun selaras dengan dokumen kebijakan strategis daerah untuk pengelolaan sampah.
Editor: Ahmad Muhlisin

