TPA Dapat Poin Tertinggi, Kepala DLH Jepara Sebut Tak Ada Satupun Lalat yang ‘Mampir’ saat Penilaian Adipura

BETANEWS.ID, JEPARA– Penghargaan Adipura Kencana yang diterima Kabupaten Jepara tidak terlepas dari inovasi yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam mengelola penataan kota serta lingkungan. Ada 21 Indikator yang menjadi penilaian Adipura.

Di antaranya adalah pemukiman menengah dan sederhana, Jalan Arteri dan Kolektor, pasar, pertokoan, perkantoran, sekolah, rumah sakit atau puskesmas, terminal, pelabuhan, Bandara, hutan serta taman kota, sungai, saluran terbuka, bank sampah, TPA, dan yang terakhir tempat pengolahan sampah.

Dari sekian banyak indikator penilaian, kondisi dari TPA yang ada di Jepara menyumbang nilai tertinggi dalam perolehan Adipura sebesar 40 persen.

-Advertisement-
Warga antusias menyambut kirab Adipura Kencana. Foto: Umi Nurfaizah.

Baca juga: Warga Jepara Antusias Sambut Kirab Penghargaan Adipura Kencana

Kepala DLH Jepara, Farikhah Elida berbagi cerita, bahwa pada saat penilaian tidak ada satupun lalat yang mampir ke TPA. Ia bahkan sudah mengecek sampai ke dalam tumpukan sampah, tetapi tetap tidak ada satupun lalat.

“TPA luar biasa, pada saat penilaian saya berdoa, “Hai lalat, ini mau ada penilaian, pergi kamu.” Itu alhamdulillah tidak ada satupun yang datang, saya juga heran itu. Nilai tertinggi di TPA 40 persen,” Ujarnya pada saat ditemui awak media, Rabu (1/3/2023).

Kemudian, yang turut juga menyumbang perolahan Adipura merupakan inovasi dalam pengelolaan sampah yang ia lakukan. Saat ini, di Jepara sudah ada desa yang dibina untuk mandiri dalam pengelolaan sampah. Yaitu Desa Jugo, Keling dan Suwawal. Bulan Juni nantinya, ia berharap sudah ada lima desa lagi yang bisa dilaunching sebagai desa mandiri sampah.

Dalam mendirikan desa mandiri sampah, ia menekankan ada lima aspek yang harus diperhatikan. Yaitu regulasi, pemilihan sampah, pengolahan sampah, pemberdayaan masyrakat, serta ekonomi.

“Juni nanti akan ada tambahan lima desa yang Insya Allah bakal dilaunching. Untuk dananya kita ambil dari CSR, tidak dari APBD. Satu perusahaan membantu satu desa, selesai geser lagi, selesai geser lagi,” tambahnya.

Baca juga: Penantian 15 Tahun Berbuah Manis, Jepara Jadi Satu-Satunya di Jateng yang Raih Adipura Kencana 2022

Seteleh ini ia juga berharap agar semua pihak dapat berlari menangani persoalan sampah yang terjadi. Sebab ketika lingkungan bersih, kesehatan masyarakat juga akan terjaga. Dan apa yang sudah diperoleh oleh Jepara dalam Penghargaan Adipura Kencana tetap dapat dipertahankan di tahun depan.

“Setelah ini kita berlari tidak boleh berjalan, bagaimana memanfaatkan sampah agar berkah. Bukan sampah harus dibuang tapi bagaimana sampah menjadi berkah,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER