400 Hektare Sawah Kebanjiran di Karangrowo Kudus Alami Puso, Kerugian Ditaksir Capai Rp8 Miliar

BETANEWS.ID, KUDUS – Banjir yang terjadi di Desa Karangrowo Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, selain merendam permukiman juga membanjiri ratusan hektare lahan pertanian. Kerugian yang ditanggung petani sangat besar, hingga mencapai miliaran rupiah.

Kepala Desa Karangrowo, Heri Darwanto, mengatakan, bencana banjir yang menimpa desanya selain menggenangi 85 rumah juga merendam ratusan hektare tanaman padi.

Seorang petani sedang memanen padinya yang kebanjiran. Foto: Rabu Sipan

“Total ada sekitar 400 hektare tanaman padi yang terendam banjir dan gagal panen. Jumlah tersebut separuh dari total area pertanian aktif di Desa Karangrowo yang sebanyak 900 hektare,” ujar Heri kepada Betanews.id, Selasa (28/2/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Nelangsanya Juriyah, 2 Bulan Ngungsi dan Jualan Keliling di Tengah Banjir untuk Cukupi Kebutuhan

Heri menuturkan, 400 hektare tanaman padi tersebut dipastikan puso. Kalkulasi kerugian yang ditanggung para petani di desanya kurang lebih mencapai Rp8 miliar.

“Dengan asumsi ketika panen, per hektarenya bisa menghasilkan Rp20 juta. Berarti Rp20 juta dikali 400 jumlahnya Rp8 miliar,” jelasnya.

Camat Undaan, Arif Budiyanto, menambahkan, banjir telah merendam pemukiman di tiga desa di Kecamatan Undaan, yakni Desa Wates, Desa Ngemplak, dan Desa Karangrowo. Sementara area sawah yang terendam meliputi tujuh desa.

Baca juga: Banjir Terus Terjadi, Warga Tanggulangin: ‘Dari Dulu Seolah Tak Ada Solusi’

“Antara lain, area persawahan di tiga desa tersebut. Sebagian area persawahan di Desa Undaan Lor, Desa Undaan Tengah, Berugenjang, serta Wonosoco,” rincinya.

Untuk jumlah sawah yang terendam saat ini masih proses penghitungan. Hal itu untuk mengetahui jumlah pasti tanaman padi di Kecamatan Undaan yang terendam, serta kerugian yang ditanggung para petani.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER