Pabrik Arang di Gemulak Demak Cemari Udara, Warga Alami Sesak Napas hingga Mata Perih

BETANEWS.ID, DEMAK – Warga Desa Gemulak, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, mengeluhkan pencemaran udara yang dilakukan pabrik arang, PT Sinar Pacific International. Akibat polusi itu, warga sekitar pabrik mengalami sesak nafas, pusing, hingga mata perih.

Tak hanya berdampak pada warga, lingkungan permukiman juga ikut terdampak material yang dibawa angin dari pabrik tersebut. Bahkan, warga harus sering-sering membersihkan rumahnya karena lantai rumahnya dipenuhi serbuk briket berwarna cokelat seperti kopi.

Warga membersihkan material dari pabrik arang yang mengotori rumahnya. Foto: Sekarwati

Salah seorang warga Dukuh Belah, Desa Gemulak, Siti Imroh (62) mengaku sesak napas semenjak PT Sinar Pacifik International beroperasi pada 2021. Akibatnya ia, harus menutup rapat-rapat rumahnya agar tidak terkena polusi udara.

-Advertisement-

Baca juga: Pabrik Pengolahan Ban Bekas Diduga Cemari Udara, Warga Boja Lapor ke Menteri Lingkungan Hidup

“Kalau pas lagi mengepul banyak itu rasanya sesak dan nyegrak. Seringnya pas pagi-pagi itu pukul 6.00,” katanya pada betanews.id, Selasa (21/2/2023).

Tidak hanya Siti, kejadian buruk juga dialami anak Farokhah. Saat itu umur anaknya menginjak lima bulan dan harus merasakan perihnya mata dan mengeluarkan air kental selama sebulan.

“Kata dokter pas saya periksakan itu bilangnya kena kotoran. Setiap hari saya harus membersihkan matanya dengan air hangat, sekarang umur anak saya 17 bulan,” ungkapnya.

Baca juga: Balap Liar Kian Meresahkan, Polres Demak Akan Rutin Patroli dan Siapkan Sanksi Tegas

Kondisi paling parah dirasakan oleh tetangga pabrik tersebut di Dukuh Karangmalang. Selain keluarganya, tambak ikannya juga tercemar hingga menyebabkan ikan pada mati.

“Ikannya pada mati. Semenjak pabrik nyala airnya keruh dan bau. Dulu ada ikan kutuk, ikan mujair, dan lain-lain,” sebutnya.

PT Sinar Pacific International yang semula bernama PT Sinar Tiga Dewi, sebelumnya hanyalah toko material dan dialihkan menjadi gudang, milik putra daerah. Selang beberapa waktu, tempat itu berubah jadi pabrik briket yang disewa oleh orang Turki.

Sampai saat ini, Betanews.id belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari pihak pabrik. Saat mengunjungi pabrik tersebut, Selasa (21/2/2023), hanya ditemui oleh satpam untuk mengisi buku tamu dan meninggalkan nomor telepon.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER