31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Dari Jual Kaligrafi Keliling, Kini Trisno Punya Gudang Produksi Sendiri dan Penjualannya Hingga Mancanegara

BETANEWS.ID, JEPARA – Pagi itu, Sutrisno tampak sibuk dengan pesanan kaligrafi yang terbuat dari kuningan. Ia tampak sibuk mengecek satu persatu pengerjaan kaligrafi yang dikerjakan karyawan di gudang produksi Kaligrafi Kuningan Jepara. Gudang tersebut berada di belakang rumahnya, yakni Desa Pendosawalan RT 9 RW 3, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara.

Ditemui di sela-sela aktivitasnya, pria yang biasa dipanggil Trisno itu bersedia menceritakan awal mula dirinya terjun ke usaha kaligrafi kuningan. Ia menerangkan, sejak lulus sekolah Madrasah Persiapan Tsanawiyah (MPTs) dirinya bekerja di tempat produksi kaligrafi selama empat tahun.

Sutrisno sedang membuat kerajinan kaligrafi. Foto: Erna Safitri.

Baca juga: Nganggur Setelah Alami Kecelakaan, Agus Akhirnya Bangkit dengan Bikin Kaligrafi Unik dari Kelaras

-Advertisement-

Lalu, awal tahun 2000, dirinya mulai memasarkan kaligrafi bersama saudaranya secara door to door di Jepara. Hingga akhirnya, ia menawarkan ke toko atau galeri di berbagai kota. Sejak saat itu, ia mulai mendapat pesanan kaligrafi berbahan kuningan.

“Sejak lulus Tsanawiyah, ikut kerja bikin kaligrafi sama orang selama empat tahun, lalu merambah ke pemasaran bersama saudara saya naik motor keliling. Menawarkan ke toko-toko, galeri, pedagang biar belinya banyak, kalau rumah paling 2-3 sehari,” terangnya, Sabtu (21/1/2023).

Hingga pada tahun 2011, Trisno mulai memproduksi kaligrafi dalam skala besar dan merekrut karyawan. Usaha itu semakin berkembang dan mulai merambah ke berbagai bahan baku seperti aluminium, kayu, kanvas hingga fiber. Tidak hanya kaligrafi, ia juga membuat relief dengan beragam bentuk.

Trisno kini memiliki puluhan karyawan yang membantu pengerjaan kaligrafi. Sebagian dari mereka ada yang bekerja di gudang produksi, sebagian lagi dikerjakan di rumah masing-masing karyawan.

Ukiran kaligrafi yang diproduksi Trisno di antaranya lafadz Allah dan Muhammad, kalimat Laa ilaaha Illallah, nama anak, Surat Al-Ikhlas, Ayat Kursi, pintu Kakbah, dan masih banyak lagi. Sementara, untuk harga bervariasi, tergantung dari model, ukuran, bahan dan kerumitannnya.

“Harganya bervariatif, kisaran paling murah Rp 150 ribu itu yang lafadz Allah dan Muhammad, nama bayi, yang paling mahal Rp 1,2 juta sampai Rp1,5 juta untuk pintu Kakbah,” ungkapnya.

Baca juga: Pamerkan Kaligrafi 3D Al-Ittihad di Galeri Kaligrafi Indonesia Al-Quds, Assiry Beberkan Maknanya

Trisno menuturkan, penjualan kaligrafi karya Kaligrafi Kuningan Jepara sudah sampai ke berbagai kota dan pulau di Indonesia bahkan hingga Malaysia. Pengiriman tersebut dari satuan hingga dalam skala besar dengan kontainer.

“Harapannya tidak besar, yang penting bisa barokah atau menghidupi secara layak, karyawan saya sejahtera dan makmur di perusahaan saya. Alhamdulillah juga sekarang makin ramai,” tukasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER