BETANEWS.ID JEPARA – Siang itu suasana warung Soto Pak Wid di ruko depan Lapangan Bogoran, Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Welahan, Jepara terlihat ramai pembeli. Para pelanggan itu tampak menikmati soto di meja-meja yang disediakan. Mereka dilayani oleh seorang pria berpeci yang tampak cekatan meracik semangkuk soto.
Pria itu adalah Widoyo atau biasa dipanggil Wid, pemilik warung Soto Pak Wid. Ditemui Betanews.id, Wid menerangkan soto buatannya berbeda dari warung soto biasanya. Soto di tempatnya memiliki cita rasa khas yang kaya akan rempah-rempah.

Wid memang memilih rempah berkualitas untuk bumbu kuahnya. Bumbu rempah itu ditumbuk lalu diperas dan disaring sehingga menghasilkan kuah soto yang bening dengan cita rasa sedap, gurih, dan segar.
Baca juga: Ini Rahasia Soto Gobyos Bu Sum yang Terjual hingga 1.500 Porsi Sehari
“Pakainya daging ayam kampung. Daging ayam kampung kita empuk dan gurih karena dibumbui serta teknik masak yang tepat,” ungkapnya, Senin (2/1/2023).
Wid menambahkan, soto ayam kampung buatannya ini hampir mirip dengan soto Kudus dengan porsi soto Semarang. Harganya juga terjangkau yakni Rp10 ribu.
Pelanggan yang datang tak hanya berasal dari Jepara saja, ada dari Kudus, Demak hingga Semarang. Dalam sehari Wid bisa menjual hingga 100 porsi atau menghabiskan sekurangnya empat ekor ayam kampung dan dapat bertambah saat akhir pekan.
Wid juga melayani pesanan untuk berbagai acara seperti hajatan, nikahan, komunitas, atau instansi. Untuk pemesanan bisa langsung WhatsApp di 0898-8919-410 di jam buka warung dari pukul 6.30 hingga 22.00 WIB.
Baca juga: Soto Surabaya ala Warung SSR Kudus, Isian Lebih Komplit dengan Cita Rasa Khas
Salah satu pembeli Robert M mengaku sudah lima kali mencicipi Soto Pak Wid. Menurutnya, rasa Soto Pak Wid enak dan gurih, apalagi menggunakan ayam kampung yang bikin beda dari tempat lain.
“Datang ke sini bareng istri, sudah lima kali ini sejak buka. Rasanya enak, dan pakai ayam kampung yang tambah bikin sotonya enak lagi. Kalau untuk harga standar untuk kalangan bawah sampai menengah juga bisa,” tutur pria asal Robayan itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

