BETANEWS.ID, KUDUS – Sudah sepekan Kabupaten Kudus dilanda bencana banjir. Tak hanya pemukiman dan area sawah yang terdampak, Jalan Pantura serta Terminal Jati juga terendam.
Jalan Pantura yang berada di sebelah Selatan Terminal Jati terendam banjir setinggi lutut orang dewasa. Berbagai kendaraan yang melintas terlihat berjalan merayap. Banyak juga kendaraan roda dua terlihat mogok dan harus didorong oleh pengendaranya.
Petugas jaga di Pos Induk Terminal Jati Kudus dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kudus Aiptu Ahmadi mengatakan, Jalur Pantura Kudus sudah hampir sepekan terendam banjir dengan kedalaman antara 30 hingga 50 centimeter.
Baca juga: Tikus Jadi Penyebab Penanganan Banjir di Kudus Tak Maksimal
“Hari ini Kamis (5/1/2023) Jalur Pantura Kudus masih terendam. Oleh karenanya kami mengimbau agar para pengendara untuk menghindari genangan banjir yang terlalu dalam,” ujar Ahmadi kepada awak media, Kamis (5/1/2023).
Ahmadi mengatakan, terendamnya Jalur Pantura mengakibatkan arus lalu lintas dari Timur ke Barat agak tersendat. Sementara untuk yang jalur dari Barat ke Timur dialihkan ke Jalan Lingkar Timur.
“Arus Lalu Lintas dari arah Demak kita alihkan ke Jalan Lingkar Kencing kemudian ke Timur. Hal itu agar tak terjadi kemacetan,” bebernya.
Tak hanya Jalan Pantura, kata dia, Terminal Jati Kudus saat ini juga masih tutup karena banjir. Kendaraan tidak ada yang diperbolehkan masuk terminal karena banjir yang masih tinggi.
Baca juga: PT Pura Akan Cukupi Kebutuhan Pangan Korban Banjir di Kudus
“Saat ini Terminal Jati juga masih tutup. Aktivitas bus dan angkutan menaikan dan menurunkan penumpang sementara waktu dialihkan di Jalan R Agil Kusumadya di sebelah Barat terminal,” jelasnya.
Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus pada Kamis (5/1/2023) terdapat 28 desa yang terdampak banjir di lima Kecamatan, yakni Kecamatan Mejobo, Jati, Undaan, Kaliwungu, dan Jekulo.
Dari 28 desa tersebut ada 15.238 kepala keluarga (KK) dan sekitar 48.181 yang terdampak banjir. Sementara area persahawan yang terdampak banjir ada 7.945 hektare.
Editor: Ahmad Muhlisin

