31 C
Kudus
Rabu, Juni 19, 2024

Tikus Jadi Penyebab Penanganan Banjir di Kudus Tak Maksimal

BETANEWS.ID, KUDUS – Sudah sepekan ribuan warga di tiga Dukuh Desa Jati Wetan, yakni Dukuh Barisan, Gendok, dan Tanggulangin kebanjiran. Tanda-tanda banjir segera surut juga masih jauh dari harapan, pasalnya debit ait di Sungai Wulan masih tinggi.

Pompa milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus yang disiapkan untuk menyedot air banjir juga tak bekerja maksimal, bahkan ada satu yang rusak. Padahal saat ini kinerja pompa sangat dibutuhkan untuk mengurangi volume air banjir di tiga dukuh tersebut.

Bupati Kudus HM Hartopo mengakui tidak maksimalnya pompa milik Pemkab tersebut. Dia mengatakan, di Dukuh Tanggulangin itu disiapkan tiga pompa, tapi yang satu rusak dan sampai saat ini belum seselai diperbaiki.

-Advertisement-

Baca juga: Terendam Banjir, 120 Hektare Lahan Pertanian di Desa Banget Kudus Terancam Gagal Panen

“Kita beli satu lagi yang baru. Tapi  ketika kemarin dioperasikan untuk menyedot air banjir, malah ada satu mesin yang korslet, pompa lama. Sekarang yang efektif beroperasi dua pompa saja,” ujar Hartopo kepada awak media, Kamis (5/1/2023).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Arief Budi Siswanto menambahkan, Pemkab Kudus saat ini memiliki tiga pompa untuk menanggulangi banjir di Dukuh Tanggulangin dan sekitarnya.

“Namun, satu dari tiga pompa tersebut rusak karena kabel dan komponennya digerogoti tikus sehingga terjadi korsleting. Saat ini yang dibisa dioperasikan hanya dua pompa saja,” ujarnya ketika dikonfirmasi melalui telpon.

Arief mengungkapkan, dengan rusaknya satu mesin pompa mengakibatkan penanggulangan banjir di Dukuh Tanggulangin dan sekitarnya kurang maksimal. Sebab, debit banjir yang tersedot tak bisa sesuai harapan.

“Dua pompa yang masih bisa beroperasi itu kapasitasnya 800 kubik per detik. Jika tiga mesin otomatis bisa menyedot air banjir lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Baca juga: 5 Desa di Kecamatan Kaliwungu Terendam Banjir, Camat : ‘Stok Makanan Sampai Saat Ini Masih Aman’

Dia mengatakan, saat ini pompa yang rusak sudah diangkat dan akan diservis. Sedangkan, sebagai gantinya pihaknya sudah meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana agar dipinjami pompa untuk menyedot banjir.

“Hari ini rencananya pompa dari BBWS datang. Kapasitasnya kurang lebih 150 kubik per per detik. Semoga dengan adanya bantuan pompa dari BBWS penanggulangan banjir bisa lebih maksimal,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
139,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER