BETANEWS.ID, KUDUS – Suyono (45) siang itu tampak sedang membalurkan lem ke terompet yang ia buat di sebelah SPBU Kretek Kopi, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Ia tampak dibantu istrinya yang kedapatan bagian memperindah terompet. Sesekali, anaknya yang masih kecil tampak menganggunya, tapi tak sampai merusak jualan ayahnya itu.
Jualan terompet merupakan usaha musiman yang sudah ia tekuni beberapa tahun ini. Di usaha itu, ia bahkan bisa meraup omzet hingga jutaan sehari. Pendapatan itu ia hasilkan karena punya langganan bakul dari berbagai daarah.

“Karena ini tidak momen setiap hari, jadi sangat menguntungkan sekali. Meski tahun ini merupakan uji coba penjualan terompet karena sebelumnya yang tidak diperbolehkan untuk berjualan. Namun untuk penjualan saat ini sudah lumayan ada peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu,” beber Yono kepada Betanews.id, Rabu (28/12/2022).
Baca juga: Jelang Tahun Baru 2023, Pembuat Terompet di Getas Pejaten Kebanjiran Pembeli
Peningkatan penjualan itu, dikatakan Yono, meningkat hingga 5 persen dari tahun sebelumnya. Untuk target produksi terompet tahun ini ia bisa membuat dan laku hingga 1.000 terompet. Hal tersebut berbanding terbalik dengan produksi sebelum pandemi yang bisa mencapai 10.000 terompet.
Warga Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan itu bahkan pernah melayani pembelian grosir partai besar yang langsung diambil dengan truk besar untuk didasarkan di beberapa daerah di Indonesia.
“Dulu sebelum pandemi itu tengkulak dari beberapa daerah juga pernah pesan di sini. Seperti halnya daei Kudus, Demak, Jepara, Pati, bahkan Wonogiri. Itu pas ramai-ramainya sebelum pandemi,” terang bapak tiga anak tersebut.
Yono sudah membuat terompet sejak 15 tahun lalu. Waktu itu, ia berguru dengan orang Wonogiri yang biasanya selalu berjualan di sana. Semenjak orang Wonogiri sudah tak lagi ke Kudus, ia pun kemudian menggantikannya.
“Tapi untuk belajar membuat terompet itu tidak mudah mas. Pernah ada teman yang mencoba membuat terompet jenis naga itu tidak bisa, padahal ia juga sering lihat saya buat. Memang butuh keahlian dan kesabaran untuk membuat terompet seperti ini,” ungkapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

