BETANEWS.ID, KUDUS – Wanita itu terlihat sibuk mengaduk cokelat, yang telah ia lelehkan di atas air panas. Tampak beberapa cokelat warna-warni ia tuangkan dalam cetakan yang bertulisan ucapan Selamat Hari Ibu, dan ia ulangi berkali-kali. Wanita itu adalah Himmatul Aliyah atau akrab disapa Himma (25), pemilik usaha cokelat rumahan. Di tengah aktivitasnya ia membagikan kisah awal mula dirinya merintis bisnis yang ia namai dengan Lai Cokelat tersebut.
Guru di MI NU Al Furqon itu mengatakan, memulai membuat cokelat tahun 2018 saat mendekati momen Hari Raya Idul Fitri. Saat itu, ia ingin membuat alternatif lain selain donat yang dapat ia jual dan dijadikan bingkisan lebaran.

“Sebelum terjun ke dunia percokelatan ini, saya lebih dahulu menggeluti usaha donat huruf atau karakter. Di mana itu membutuhkan waktu yang cukup lama dan tenaga yang ekstra. Lalu saya mencari usaha lain yang tidak memakan banyak tenaga, lalu ketemulah cokelat,” katanya pada Betanews.id, Sabtu (17/12/2022).
Berwirausaha, lanjut Himma, sudah ia mulai saat masih duduk di bangku perkuliahan. Saat itu ia masih aktif memproduksi donat. Sebelum ke kampus, ia menyiapkan orderan dan menjelang siang hari ia mengirimnya kepada pembeli.
“Zaman kuliah dulu, saya buat donat. Sebelum kuliah nanti diambil pas siang hari. Kalau cokelat kan bisa dikerjakan pas malam hari, siang, atau pagi hari, jadi seenaknya saja,” imbuhnya.
Mendapatkan ide membuat cokelat ucapan, ia mengaku mendapatkan inspirasi dari media sosial. Melihat bentuknya yang unik dan mudah diproduksi, Himma lalu menekuninya dan mengembangkan cokelat menjadi bentuk yang lebih bervariasi.
“Cokelat itu membuatnya mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Sehingga bisa dikerjakan kapan saja dan tidak harus waktu-waktu tertentu,” terangnya.
Terdapat berbagai macam bentuk cokelat yang lucu dibuat oleh Himma. Di antaranya bentuk box, buket, lolipop, dan lain-lain. Sedangkan untuk harga, dijual mulai harga Rp 37-80 ribu. Bahkan saking ramainya pemesanan, ia pernah mendapatkan orderan hingga ribuan cokelat.
Baca juga: Kisah Pipit Rintis Bisnis Cokelat Karakter yang Kini Suplai 50 Toko dan Minimarket di 7 Daerah
“Saya itu pernah mendapatkan pesanan cokelat dalam bentuk tenteng itu seribu pas momen mendekati lebaran Idul Fitri,” jelasnya.
Meskipun masih terbilang usaha rumahan, Himma berharap pemasarannya semakin luas lagi. Ia ingin bisnis Lai Cokelatnya bisa merambah ke lapak online lainnya dan dapat mengirimnya hingga ke luar negeri.
“Ke depannya ingin berkembang lagi dan tak masukkan ke Shopee, dititipkan ke toko-toko, dan bisa berizin. Jadi penasarannya semakin luas, sehingga bisa dikirim sampai luar negeri kalau bisa,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

