BETANEWS.ID, SOLO – Siang itu, di sebuah rumah yang berada di Mojosongo, Kecamatan Jebres Solo, seorang pria nampak sedang serius menggoreskan alat pemanas di selembar selumpring bambu. Dari tangan terampilnya itu, akhirnya terciptalah sebuah lukisan bakar berbentuk wayang.
Pria itu bernama Aris, atau akrab dipanggil Slumpring (45). Dia berhasil mengubah limbah slumpring bambu menjadi sebuah karya seni yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dari slumpring bambu yang kerap kali diabaikan, Aris berhasil membuatnya menjadi lukisan yang indah dan bernilai seni.
Warga asal Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, itu mulai membuat kerajinan tersebut sejak 2019 lalu. Ide membuat karya seni itu bermula saat ia mengamati lingkungan di sekitarnya.
Baca juga: Pandemi Memutus Mata Pencahariannya, Ridlo Bangkit Tekuni Phyrograpy
Dia mengaku melihat banyak slumpring bambu berserakan dan tidak dimanfaatkan oleh warga sekitar. Bahkan, menurut Aris, tak sedikit dari masyarakat yang tidak mengetahui apa itu slumpring.

“Akhirnya, limbah slumpring tersebut saya buat menjadi karya lukisan. Basic saya memang seorang pelukis. Sebelumnya saya adalah pelukis dengan media kayu yang dibakar, hasil karyanya sering disebut phyrograpy silouette,” kata Aris kepada Betanews.id, Minggu (6/11/2022).
Untuk menemukan metode yang tepat pembuatan lukisan berbahan slumpring, Aris mengaku perlu melakukan pengamatan dan percobaan selama satu bulan. Akhirnya ia bisa membuat sebuah lukisan wayang dan juga lukisan wajah Bung Karno berbahan limbah bambu tersebut.
“Dalam pengamatan, saya berpikir kalau slumpring dibakar atau dilukis seperti apa, apakah bolong atau tidak. Saya juga mengamati, slumpring itu ketika diluruskan langsung itu patah,” katanya.
Proses yang dilakukan Aris untuk membuat karya lukisan berbahan slumpring, pertama slumpring mambu dibersihkan dari bulu dengan menggunakan lap dan air, kemudian dikeringkan. Setelah kering, dia melukis gambar wayang atau karakter ke media slumpring tersebut menggunakan alat pemanas semacam solder. Untuk finishing dia menggunakan clear. Setelah jadi, lukisan kemudian ditempel di dalam figura.
Baca juga: Indahnya Lukisan Teknik Phyrograpy yang Klasik nan Elegan
Lebih lanjut, menurut Aris lukisan bakar dari slumpring bambu sangat menjanjikan. Apalagi bahan baku yang digunakan sangat melimpah dan mudah ditemukan di sekitar. Lebih dari itu, pemerintah saat ini juga terus menggencarkan kepada masyarakat tentang industri kreatif dengan menggunakan bahan-bahan lokal.
Setiap harinya, Aris dibantu tiga orang dalam membuat lukisan dari bahan slumpring bambu. Proses pengerjaan ia lakukan di kediamannya di Tawangmangu, Karanganyar.
Sedangkan, untuk satu buah lukisan dari slumpring bambu, Aris biasanya dapat menyelesaikannya selama tiga sampai empat hari. Bagi yang berminat, Aris juga membuka sistem custom.
“Kalau wayang tinggal request mau tokoh wayang siapa, kalau gambar wajah ya tinggal mengirimkan foto yang mau di lukis,” ujarnya.
Untuk satu buah lukisan dari slumpring bambu, biasanya aris mematok harga sekitar Rp500 ribu. Sejauh ini, Aris mengaku belum pernah mendapatkan keluhan dari konsumennya.
Editor: Suwoko

