BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa karya phyrograpy atau lukisan bakar terlihat di sebuah ruangan rumah di Dukuh Mbendaran, Desa Garung Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Di ruangan tersebut juga tampak seorang pria sedang membuat lukisan bakar. Pria tersebut yakni Muhammad Ridlo (33) pemilik dari Arrumi Art.
Di sela kesibukannya, pria yang akrab disapa Ridlo itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengaku mulai menekuni dunia phyrograpy sejak awal 2020 atau sejak ada pandemi.

Sejak ada pandemi, Ridlo yang tadinya punya kesibukan jadi anggota rebana pengiring pendakwah harus berhenti, sebab ada larangan dari pemerintah untuk tidak membuat keramaian yang menimbulkan kerumunan.
Baca juga: Usaha Kaligrafinya Sepi, Iwan Banting Setir Buat Sketsa Wajah di Atas Kayu
“Karena ada larangan itu sehingga pendakwah tak ada undangan mengisi acara. Otomatis kami grup rebana pengiringnya juga terkena imbasnya,” ujar Ridlo kepada Betanews.id, Jumat (22/4/2022).
Padahal, kata dia, sebelum ada pandemi orderan manggung lancar. Sebulan paling istirahat hanya tiga malam. Namun, sejak pandemi setiap malam ia pun tak ada kegiatan sama sekali.
“Karena nganggur itu, saya yang mempunyai bakat melukis coba saya gali lagi. Saya pun mencari refrensi berbagai lukisan di YouTube dan menemukan phyrograpy atau lukisan bakar,” bebernya.
Saat melihat teknik itu, ia tertarik untuk mempelajarinya karena unik dan beda dengan yang lain. Pertama yang dipersiapkan adalah pena khusus yang mampu membakar sketsa pada media.
“Saya merancang sendiri pena itu dari trafo dan kawat nikelim. Saya membuat pena itu gagal sampai empat kali, baru berhasil,” ungkap pria berambut gondrong tersebut.
Dia menuturkan, setelah alat jadi ia pun mulai bikin karya phyrograpy pada media triplek. Mulai dari tulisan, kemudian dapat orderan untuk melukis teman dan para tetangganya.
Baca juga: Kisah Heru, ‘Curi Ilmu’ dari Pamannya Hingga Mahir Ukir Wajah 3D
“Aku pun kemudian memberanikan diri untuk memposting karya phyrograpy ku itu ke Facebook. Sejak saat itu orderan pun mulai banyak,” bebernya.
Dia menuturkan, menerima jasa lukisan bakar dengan berbagai objek, bisa lukis seseorang, tokoh pewayangan, dan lainnya. Untuk harga mulai Rp130 ribu sampai jutaan, tergantung ukuran.
“Contoh karya saya itu, saya pernah melukis Mbah Hasyim Asy’ari, Habib Luthfi Al-Kaff, tokoh pewayangan semar dan lainnya,” ungkapnya.
Menurutnya, selama ini peminat lukisan bakar cukup bagus. Dalam sebulan ia bisa mendapatkan pesanan sekitar 10 bahkan lebih, saat ramai.
“Pemesannya selama ini selain warga Kudus juga ada yang dari Pati, Jepara, Demak, Sidoarjo, serta ada juga pemesan dari Jakarta,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

