31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Awalnya Isi Waktu Luang, Sumantri Malah Bisa Beri Kerjaan Banyak Orang dari Jual Nasi Liwet

BETANEWS.ID, KUDUS – Sumantri (36) tampak melayani pembeli di lapak yang berada di Jalan Pangeran Puger, depan Masjid Al-Mubarok Desa Demaan, Kecamatan/Kudus. Dengan ramah, ia melayani setiap pembeli yang datang untuk membeli nasi liwet atau nasi langgi.

Keramahan memang jadi salah satu andalannya melayani pembeli. Ia ingin meniru cara orang Solo dan Yogyakarta yang memberikan pelayanan terbaik setiap ada pembeli.

“Saya salah satu orang yang menolak cuek saat ada pembeli yang datang. Itu karena saya sangat terinspirasi dari orang Solo yang sangat ramah kepada pembeli,” kata Sumantri kepada betanews.id, Senin (10/10/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Jual Nasi Liwet dan Nasi Langgi Khas Solo, Dalam 3 Jam Sumantri Bisa Raup Omzet Jutaan

Meski lapaknya kini mulai ramai, Sumantri ternayata awalnya hanya iseng jualan untuk mengisi waktu luang dari pagi hingga sore. Bahkan, ia tak menyangka jualannya itu laris manis karena makanan tersebut jarang ditemui di Kudus.

“Yang awalnya iseng, usaha ini malah mendapatkan uang lebih dan bisa bermanfaat bagi orang banyak. Karena usaha ini saya melibatkan banyak orang yang kebanyakan tidak mampu dan tidak mempunyai pekerjaan,” tuturnya.

Ia menyebutkan, dari bahan-bahan masakan yang diperlukan untuk berjualan itu, banyak melibatkan ibu-ibu rumah tangga. Sementara ia dan istrinya hanya memasak dan menjual belikan makanan khas Solo tersebut.

Baca juga: Jualan Roti Babak Belur, Usaha Sogor Selamatkan Keuangan Keluarga Hariyono

“Jadi kayak seperti bumbu maupun sayuran ada ibu-ibu yang membelikan sampai mengiris beberapa bumbu yang sudah saya butuhkan. Kemudian saya ambil dan bayar sesuai dengan pekerjaanya. Ya setidaknya untuk membantu mereka dan memberdayakan mereka untuk bisa tetap bertahan hidup,” ujarnya.

Setidaknya, lanjut Sumantri, setiap hari dirinya bisa menjual 70 porsi sampai 100 porsi atau jika di nominalkan beromzet Rp700 ribu hingga Rp1 juta.

“Saya berharap semoga ke depan bisa punya outlet di beberapa titik. Selain itu bertujuan untuk membangkitkan spirit agar bisa memudahkan sarapan di pagi hari dan memberdayakan warga agar bisa bekerja,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER