31 C
Kudus
Jumat, Februari 27, 2026

Harga BBM Naik, Organda Kudus Usahakan Sopir Angkot Dapat BLT BBM

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah pusat menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) naik sejak Sabtu (3/9/2022). Harga Pertalite yang semula Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, Solar dari Rp5.150 jadi Rp6.800. dan Pertamax dari Rp12.500 jadi Rp14.500.

Dengan Kenaikan harga BBM tersebut, tentu sangat berdampak pada dunia transportasi, termasuk anguktan kota (angkot) maupun angkutan desa (angkudes). Oleh sebab itu, Organinsasi Angkutan Darat (Organda) Kudus mendorong agar para sopir angkot di Kota Kretek bisa mendapat bantuan langsung tunai (BLT) BBM.

Ketua Organda Kudus Mahmudun mengatakan, kenaikan harga BBM ini memang sangat berat bagi dunia transportasi, terutama angkot. Baru saja akan bergeliat setelah tiga tahun terdampak pandemi, kini malah ada kenaikan harga BBM.

-Advertisement-

Baca juga: Ngenesnya Sopir Angkot di Kudus; Penghasilan Turun Drastis, Tarif juga Masih Sama Meski BBM Naik

“Tentu ini sangat memberatkan bagi sopir angkot. Sebab, kenaikan harga BBM ini akan berpengaruh pada menurunnya jumlah penumpang dan penghasilan para sopir angkot di Kudus,” ujar Mahmudun kepada Betanews.id, Selasa (6/9/2022).

Dia mengungkapkan, kenaikan harga BBM ini juga dibarengi oleh kebijakan dari Pemerintah Pusat yang akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) bagi mereka yang terdampak. Oleh sebab itu, pihaknya akan berusaha agar para sopir angkot di Kudus nantinya bisa mendapatkan BLT.

“Kami akan berusaha agar para sopir angkot di Kudus untuk mendapatkan BLT BBM. Sebab mereka lah satu di antara yang paling terdampak karena kenaikan BBM tersebut,” bebernya.

Sementara itu, salah satu sopir angkot di Kudus Catur susilo mengakui, kenaikan harga BBM ini akan makin menyulitkan kehidupan para sopir angkot di Kudus. Sebab selama ini, angkot di Kudus itu sudah sepi penumpang, apalagi sewaktu ada pandemi.

Baca juga: BBM Naik Harga Tiket Bus Kudus-Jabodetabek Ikut Naik, Ini Daftar Harganya

“Selama pandemi kehidupan para sopir angkot begitu sulit. Sebab dengan larangan aktivitas di rumah, penumpang sangat sepi. Setelah pandemi agak mereda, malah ada harga BBM naik cukup tinggi yang tentu akan berdampak bagi sopir angkot,” ujarnya.

Dia pun berharap para sopir angkot di Kudus bisa dapat BLT atas kenaikan harga BBM. Sebab, selama ini para sopir angkot termasuk dirinya tak pernah tersentuh bantuan.

“Semoga saja nanti dapat BLT. Sebab selama pandemi kami para sopir angkot tidak pernah tersentuh BLT,” harap sopir angkot jurusan Terminal Jati Kudus-Bareng tersebut.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER