31 C
Kudus
Jumat, Februari 27, 2026

Penyaluran BLT BBM untuk Warga Solo Ditunda

BETANEWS.ID, SOLO – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Solo ditunda. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kantor POS Solo Muhammad Syarkawi, Selasa (6/9/2022).

Sebelumnya, tahap pertama penyaluran BLT BBM tersebut rencananya akan dimulai hari ini, Selasa (6/9/2022). Sedangkan tahap kedua akan dimulai November 2022 mendatang.

Syarkawi menyebut, besaran anggaran BLT BBM tersebut sebanyak Rp24,17 triliun. Namun, karena ada dana tambahan dari Pemerintah Pusat, penyaluran bantuan itu ditunda untuk sementara waktu.

-Advertisement-

Baca juga: Hindari Adanya Demo, Ganjar Sebut Buka Ruang Dialog Soal Kenaikan Harga BBM

Saat ini, pihaknya masih menunggu data riil jumlah penerima dan kisaran dana yang diterima per Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Syarkawi mengungkapkan, jumlah penerima BLT BBM batch satu sebanyak 37.197 KPM.

“Ada perubahan besar uang sebelumnya Rp300 ribu pemerintah menambah sebesar Rp200 ribu. Ada yang dapat tambahan sebesar itu, nanti dia akan menerima Rp500 ribu tambahan untuk sembako,” ungkap Syarkawi.

Meski ada tambahan, Syarkawi mengatakan bahwa tidak semua KPM mendapatkan imbuhan Rp200 ribu itu. Kendati demikian, ia belum bisa menjelaskan secara pasti  kriteria penerima tambahan itu. Ia menyebut, pihaknya hanya diberi wewenang untuk distrubusi.

Baca juga: BBM Naik Harga Tiket Bus Kudus-Jabodetabek Ikut Naik, Ini Daftar Harganya

“Kriteria ada di Menteri Sosial, POS hanya diberikan tugas untuk membayarkan atau distribusi. Ini tahu-tahu ada perubahan kami belum tahu soal kriteria, kita masih menunggu instruksi dari pusat kita juga persiapkan waktunya surat undangan dan antreannya,” terangnya.

Lebih lanjut, Syarkawi menyebut bahwa sistem pengambilan BLT BBM sama dengan BLT Minyak Goreng yang sebelumnya telah dibagikan.

Adapun syaratnya, menurut Syarkawi adalah dengan membawa undangan dan KTP. Undangan akan diberikan kepada KPM sehari sebelum bantuan diserahkan.

“Jumlah penerima 37.197 KPM (batch 1), batch 2 menyusul untuk data final. Yang menerima tahap 1 Rp500 ribu, nanti menerima tahap 2 Rp Rp300 ribu. Tapi nggak semua KPM dapat,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER