Kisah Syarif, Mahasiswa yang Kerja Serabutan untuk Biaya Kuliah Ini Dapat Beasiswa dari Hartopo

BETANEWS.ID, KUDUS – Wajah Syarif Abdullah (21) terlihat bahagia saat dikunjungi Bupati Kudus HM Hartopo, Senin (5/9/2022). Tak hanya datang, orang nomor satu di Kota Kretek itu juga membawa beasiswa untuknya.

Dengan didampingi ibunya, warga Desa Barongan RT 2 RW 3, Kecamatan/Kabupaten Kudus itu menerima beasiswa sebesar Rp6 juta. Syarif akan menggunakan uang tersebut untuk bayar kuliah di jurusan Teknik Informatika Universitas Muria Kudus dan sisanya untuk beli komputer.

Bupati Hartopo mengunjungi Syarif untuk menyerahkan beasiswa dari Pemkab Kudus. Foto: Rabu Sipan.

“Sudah lama saya ingin punya komputer. Kalau laptop sudah ada pemberian paman, tapi kalau komputer belum punya. Padahal itu penting bagi saya,” ujar mahasiswa semester tujuh itu.

-Advertisement-

Baca juga: Ingin Punya Usaha saat Lulus, Mahasiswa IAIN Kudus Ini Jualan ES Pisang Ijo yang Kini Makin Laris

Sejak ayahnya meninggal beberapa bulan yang lalu, sebagai anak pertama dari empat bersaudara, Syarif harus ikut memikirkan perekonomian keluarga, sebab ibunya hanya guru les dan baca di depan rumahnya.

“Oleh sebab itu, selain kuliah saya juga berjualan pakaian di depan salah satu brak Djarum dan nyambi jadi tukang parkir. Pakaian itu sisa dari penjualan almarhum ayah saya. Karena masih sisa jadi saya teruskan berjualan,” bebernya.

Menurutnya, uang hasil jualan pakaian dan tukang parkir selama ini bisa untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sedangkan untuk biaya kuliah ia membayarnya secara mengangsur. Biaya kuliah Syarif saat ini per semester Rp3 juta.

“Selama ini saya membayarnya mengangsur. Satu semester saya bayar dua kali. Oleh sebab itu saya senang dapat beasiswa dari Pemkab Kudus,” ungkapnya.

Baca juga: Modal Rp100 Ribu, Bisnis Pouch 2 Mahasiswa Ini Makin Berkembang dan Kini Beromzet Jutaan

Sementara itu, Bupati Kudus Hartopo mengatakan, beasiswa ini diberikan kepada mahasiwa yang berprestasi tapi secara ekonomi kurang mampu, dengan melalui verifikasi dari tim penilai.

“Tahun ini ada alokasi untuk 20 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa tersebut. Namun, yang menerima hanya 17 saja, sebab yang tiga mendapatkan beasiswa dari lembaga lain,” ujar Hartopo.

Hartopo berharap, bantuan tersebut bisa  bermanfaat bagi para mahasiswa yang menerima dan mampu membantu biaya untuk menyelesaikan pendidikan mereka.

“Harapan saya, para mahasiswa ini bisa menyelesaikan kuliahnya dengan baik. Sehingga nanti bisa lekas kerja untuk membantu perekonomina keluarga,” harapnya mengakhiri.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER