BETANEWS.ID, KUDUS – 60 siswa SMK Duta Karya Kudus saat ini sedang melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Kegiatan tersebut dijadwalkan selama dua hari, Rabu dan Kamis atau tanggal 31 Agustus hingga 1 September 2022.
Humas SMK Duta Karya Kudus yakni Muchammad Zaini mengatakan, ANBK ini sangat penting untuk lembaga sekolah. Sebab, ANBK ini untuk mengetahui kualitas dan kedalaman kurikulum di sekolahan tertentu. Hasil penilaiannya menentukan rapor sekolahan yang bersangkutan.

Baca juga: Nasib Suram Tembang Macapat dalam Pentas Layang Bandang Teater Apotek SMK Duta Karya
“Dulu siswa masuk universitas patokannya adalah nilai ujian nasional. Sekarang tidak lagi, sebab patokannya adalah ANBK. Yang menentukan sekolah itu bagus, bisa masuk universitas tertentu itu ANBK,” ujar pria yang akrab disapa Zaini kepada Betanews.id, Kamis (1/9/2022).
Dia mengungkapkan, ANBK nantinya menentukan rapor sekolah. Ada sekitar delapan komponen yang dinilai hingga nantinya ditentukan sekolah tersebut bisa diakreditasi atau tidak.
“Karena mungkin unggahan yang kurang, atau nilainya tinggi, jadi ini bisa direkomendasikan untuk menjadi mendesimasi sekolah-sekolah lain,” bebernya.
Dia mengatakan, di SMK Duta Karya ada 60 siswa yang ikut ANBK yang terdiri dari kelas X, XI dan kelas XII. Menurutnya, siswa yang ikut ANBK tersebut ditentukan oleh pusat.
“Semua siswa kami daftarkan, tapi yang menentukan tetap pusat. 60 siswa peserta itu sebagai sampel penentuan sekolah yang bersangkutan,” ungkapnya.
Sedangkan untuk peralatannya, atau komputer ada 64 unit. 60 unit komputer untuk para peserta dan empat unitnya lagi sebagai cadangan, antisipasi jika ada yang bermasalah.
Menurutnya, tak hanya di tahun ini, pelaksanaan ANBK sudah juga sudah dilaksanakan pada tahun lalu. Namun, bedanya tahun ini diberlakukan pengawas silang.
Baca juga: Pelajar SMK Duta Karya Kudus Buat Hand Sanitizer Standar WHO
“Pengawas silang itu ada pengawas dari sekolah lain yang mengawasi proses ANBK di SMK Duta Karya, begitu juga sebaliknya,” bebernya.
Karena ini sangat penting bagi sekolah, kata dia, sehingga semua dipersiapkan secara matang. Bahkan sehari sebelum dimulai pelaksanaan, diadakan simulasi terlebih dulu.
“Kami juga menyediakan genset untuk antisipasi jika PLN gangguan. Jika listrik PLN padam, kami masih punya sumber iistrik agar tetap bisa melaksanakan ANBK,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

