BETANEWS.ID, KUDUS – Muhamad Suharsono (33), terlihat berbincang-bincang dengan salah satu karyawan di kedai yang berada di Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Aktivitas itu ia lakukan di sela melayani pembeli yang datang silih berganti.
Bagi Harsono, mengayomi karyawan adalah salah satu hal yang ia upayakan saat mendirikan kedai bernama Wedangan Wates pada 2020 lalu. Karena, melalui usaha tersebut, ia ingin membantu orang-orang yang tekena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di masa Pandemi Covid-19.

“Di masa-masa itu kebanyakan orang susah karena pandemi yang sedang melanda. Banyak orang yang kena PHK, bahkan sulit mencari pekerjaan. Kemudian saya membuka kedai ini, meskipun masih kecil tapi bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan,” beber Harsono kepada betanews.id, Selasa (26/7/2022).
Baca juga: Wedangan Wates, Tempat Cari Minuman Tradisional yang Harganya Murah
Melalui kedainya itu, kata Harsono, bisa membantu khususnya bagi orang yang membutuhkan pekerjaan. Kemudian selain bekerja di sana juga bisa bertanya-tanya soal merintis usaha, karena di sana sangat terbuka dalam hal apapun.
“Kalau saya sangat terbuka bagi orang yang mau bekerjasama seperti bekerja di sini ataupun juga belajar merintis usaha. Karena saya juga belajar di sini, supaya bisa tahu bagaimana kendala maupun menjalankan sebuah usaha. Sebab kalau tidak dimulai dari sekarang, sampai kapan pun juga tidak tahu bagaimana rasanya menjadi seorang pengusaha,” jelasnya.
Baca juga: Tak Mau Kebanjiran Lagi, Sri Dirikan Bank Sampah dan Ubah Plastik Jadi Kerajinan
Menurutnya, menu yang tersedia di sana cukup lengkap, seperti es krim yang banyak diminati anak-anak, kemudian menu kopi yang banyak digandrungi kalangan remaja, dan menu wedangan seperti wedang coro maupun jahe rempah yang diburu oleh para orang tua.
“Selain itu kita juga ada menu cemilan seperti tahu walik dan tela-tela yang juga banyak dibeli pembeli. Untuk harga di sini cukup terjangkau mulai dari Rp3 ribu sampai Rp9 ribu,” rinci Harsono di kedai yang buka mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

