DPRD Kudus Minta Pembelian Mesin Rokok dari Taiwan oleh Pemkab Dikaji Ulang

BETANEWS.ID, KUDUS – Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berencana membeli mesin produksi rokok sigaret kretek jenis MK 8 dari Taiwan. Namun, Komisi B DPRD Kudus tak setuju dan menyarankan pemkab beli mesin produk Jerman.

Hal itu diungkap oleh Ketua Komisi B DPRD Kudus Anis Hidayat usai rapat kerja (Raker) bersama Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkop dan UKM).

Politisi PKB itu mengatakan, alasan pihaknya tak setuju dengan pembelian mesin produksi rokok kretek dari Taiwan, karena ragu dengan spesifikasi dan daya tahan mesin tersebut. Menurutnya, mesin SKM jenis MK 8 kurang mumpuni dalam produksi.

-Advertisement-
Rapat kerja (Raker) DPRD Kudus bersama Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkop dan UKM). Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: Berikan Mesin Cetak Bungkus Rokok ke KIHT Kudus, Ganjar: ‘Semoga Kualitas Produksinya Meningkat’

“Mesin produksi rokok SKM itu nantinya diperuntukan di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) dan disewakan bagi pengusaha rokok skala kecil di sana secara bergiliran. Jika produksinya kurang memadai dan daya tahan mesin buruk, takutnya mesin tersebut akan cepat rusak,” ujar Anis kepada Betanews.id.

Belum lagi, kata dia, ketersediaan spare part mesin produk Taiwan yang kemungkinan belum ada di pasaran. Jika rusak dan spare part tak didapatkan, nantinya hanya terpakai sebentar saja dan kelanjutannya tak bisa dipakai lagi.

“Oleh karenanya, kami minta dikaji ulang pembelian mesin SKM produk tersebut. Kami minta dimaksimalkan agar anggaran yang ada bisa beli mesin SKM MK-9 produk Jerman yang sudah terbukti kualitasnya,” jelasnya.

Saat disinggung pembelian mesin SKM produk dari Taiwan itu karena anggarannya tak cukup untuk membeli mesin produk Jerman, ia meminta Pemkab Kudus jangan terburu-buru. Pemkab Kudus bisa melakukan pembelian mesin SKM di perubahan anggaran, sehingga nanti anggarannya bisa ditambah.

“Agar dananya cukup untuk membeli mesin SKM MK-9 dari Jerman yang jelas teebukti keandalannya serta bisa betul-betul bermanfaat untuk pengusaha rokok skala kecil di KIHT,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Disnakerperinkop dan UKM Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, tahun ini Pemkab Kudus memang akan membeli mesin produksi rokok SKM yang untuk KIHT. Pembelian mesin tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Baca juga: Sukses Kembangkan Industri Rokok Kecil, KIHT Kudus Jadi Role Model Daerah Lain

“Anggarannya kurang lebih Rp 29 miliar,” ujar perempuan yang akrab disapa Rini tersebut.

Dengan anggaran tersebut, kata dia, tak cukup jika harus membeli mesin SKM MK-9 produk Jerman. Oleh karenanya dialihkan untuk membeli mesin SKM MK-8 produk Taiwan.

“Selain anggaran, yang jadi pertimbangan kami adalah di mesin tersebut harus memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang ditentukan. Sebab sesuai regulasi mesin yang dibeli harus memenuhi unsur TKDN 40 persen,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER